10 WNI Mengaku Tak Pernah Bertemu Sandera Lain

768
Pesona Indonesia
WNI yang dibebaskan militan Abu Sayyaf saat diserahkan pemerintah Filipina ke perwakilan pemerintah Indonesia, Minggu (1/5/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id via Metro TV
WNI yang dibebaskan militan Abu Sayyaf saat diserahkan pemerintah Filipina ke perwakilan pemerintah Indonesia, Minggu (1/5/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id via Metro TV

batampos.co.id – Sepuluh WNI yang sempat disandera militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan ternyata selama penyanderaan tidak pernah disatukan dengan sandera dari negara lain. Mereka juga tetap disatukan satu tempat, tidak dipisah.

“Tak ada ketemu sandera lain, cuma kami saja,” kata Suryanto, salah satu sandera saat di wawancarai Metro TV ketika pesawat yang mengangkut mereka dari Filipina transit di Balikpapan mengisi bahan bakar, Minggu malam (1/5/2016).

Suryanto juga mengatakan, selama penyanderaan, mereka terus dikawal kelompok militan selama 24 jam.

Merski begitu, mereka tidak disiksa atau disakiti. Hanya ancaman penggal leher yang terus mereka dengar dari para penjaga, jika mereka tidak ditebus oleh pihak perusahaan mereka.

“Itu terus omongannya, penggal leher, mungkin supaya tebusannya cepat dibayar,” ujarnya.

10 WNI yang merupakan anak buah kapal (ABK) Brahma 12 ini disandera sejak 26 Maret 2016 lalu. Kemudian baru dilepaskan pada Minggu (1/5/2016) pukul 12.15 waktu Filipina Selatan.

Sepuluh WNI ini dilepas setelah pihak perusahaan membayar tebusan 50 juta peso ke militan Abu Sayyaf. Mereka diturunkan di depan rumah Gubernur Abdusakur Mahail Tan di Jolo.

Dari Jolo atau Julu, Filipina Selatan, 10 WNI dibawa pengawalan militer Filipina diterbangkan menggunakan helikopter ke bandara militer di Samboaga Filipina. Di sana dilakukan serahterima ke pemerintah Indonesia, dan saat ini dalam perjalanan ke Jakarta setelah transit di Balikpapan.

Presiden Joko Widodo menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Filipina dan militer Filipina serta semua pihak yang membantu pembebasan 10 WNI tersebut.

“Alhmadulillah, berkast kerjasama semua pihak, mulai dari pemerintah Filipina, militer Filipina, dan banyak pihak lainnya, 10 WNI yang disandera sejak 26 Maret lalu berhasil dibebaskan,” ujar Jokowi di Jakarta. (nur)

Baca Juga:
> Cerita WNI yang Disandera: Yang Paling Kami Takutkan Potong Leher
> 10 WNI yang Dilepas Abu Sayyaf Dalam Kondisi Sehat
> Peter Cs Dilepas Abu Sayyaf, Nasib 4 ABK TB Henry Belum Jelas
> Peter Tonsen Cs Ditebus Rp14,2 Miliar dari Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Bebaskan 10 ABK Brahma 12
> Militer Filipina Temukan Potongan Tubuh WN Kanada Ridsdel
> Filipina Siapkan Serangan Besar-Besaran, Tak Jamin Sandera Abu Sayyaf Selamat
> Presiden Akui Sulit Bebaskan Sandera, Keluarga Korban Makin Cemas
> Jokowi Akui Sulit Membebaskan 14 WNI yang Disandera Abu Sayyaf
> Warga Kanada Dipenggal Abu Sayyaf, Ini Reaksi Perdana Menterinya
> Tebusan Tak Kunjung Diterima, Abu Sayyaf Penggal Kepala Sandera
> 5 ABK TB Henry Selamat, Tapi Terancam Dipecat
> Lima ABK TB Henry yang Nyaris Disandera Tiba di Indonesia
> Takut Diculik Militan Abu Sayyaf, Amerika Larang Warganya ke Filipina Selatan
> Militer Filipina Minta Indonesia Jangan Bayar Tebusan pada Abu Sayyaf
> Kontak Senjata Lagi dengan Abu Sayyaf, 7 Tentara Filipina Luka
> Malaysia Siap Kawal Kapal TB Henry Kembali ke Indonesia
> Militer Filipina Kuasai 3 Markas Abu Sayyaf, Sandera Belum Ditemukan
> Abu Sayyaf Keluarkan Ultimatum Soal Uang Tebusan
> 14 WNI masih Disandera Abu Sayyaf
> Batasi Ruang Gerak Abu Sayyaf, TNI Kerjasama Filipina dan Malaysia
> Ini Nama ABK TB Henry yang Diculik Militan Abu Sayyaf
> 10 Sandera Belum Dilepas, Abu Sayyaf Kembali Culik 4 ABK TB Henry
> Sudah 20 Hari, Lokasi 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Tak Diketahui
> Tunggu Komando, Pasukan TNI Siap Gempur Militan Abu Sayyaf
> Kata Menlu, 10 Sandera Selamat dari Serangan
> Militer Filipina Mengamuk, 8 Militan Abu Sayyaf Ditembak Mati
> Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapiā€¦
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar