Selama Disandera, Kami Tidur Beralas Daun Kelapa, Mandi Tunggu Hujan

738
Pesona Indonesia
Peter Tonsen, kapten Kapal Brahma 12 saat diwawancara reporeter Metro Tv dalam pesawat saat transit di Balikpapan, Minggu malam (1/5/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Peter Tonsen, kapten Kapal Brahma 12 saat diwawancara reporeter Metro Tv dalam pesawat saat transit di Balikpapan, Minggu malam (1/5/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Kapten Kapal Brahma 12 Peter Tonsen menuturkan, selama lebih dari satu bulan disandera, peter dan 9 ABK lainnya memang tidak mendapatkan penyiksaan dari militan Abu Sayyaf. Namun mereka hidup di hutan yang kondisinya memprihatinkan.

“Tidur beralas daun kelapa saja, makan dikasi tapi cuma sekali saja, tapi kalau tak ada operasi milisi kadang dua kali,” ujar Peter Tonsen, saat diwawancara reporter Metro Tv di pesawat ketika transit di Bandara Balikpapan mengisi bahan bakar sebelum terbang kembali ke Jakarta, Minggu malam (1/5/2016).

Kapten kapal ber-KTP Batam ini mengatakan, untuk urusan mandi, semua sandera kesulitan. Mereka hanya menanti air hujan, baru bisa membersihkan badan dan mencuci baju yang mereka kenakan.

“Kadang dua minggu tak ada hujan, ya jadi tak mandi. Buang air kecil besar tetap bisa tapi dikawal ketat,” katanya.

Peter mengaku bersyukur bisa dibebaskan dan berterima kasih banyak pada pihak perusahaan, pemerintah Indonesia, pemerintah Filipina, dan semua pihak yang ikut membantu pembebasan dirinya dan 9 anak buahnya.

“Ini cobaan tapi kami bersyukur bisa bebas,” katanya.

Peter Cs diterbangkan dari Filipina menggunakan jet pribadi. Di dalam pesawat juga ada pihak Kemenlu Eddy Mulya.

Eddy mengatakan, upaya pembebasan sandera memang tidak bisa melalui jalan kekerasan atau operasi militer, tapi melalu pendekatan budaya, agama, dan kekeluargaan.

Itulah salah satu pedekatan yang digunakan semua pihak dalam pembebasan 10 WNI yang sempat disandera tersebut.

“Kita memang sudah melakukan kajian pendekatan apa yang bisa dilakukan. Pendekatan kekeluargaan, budaya, agama, dan kekerabatan ini yang efektif,” ujarnya.

Peter Cs disandera sejak 26 Maret 2016 lalu di perairan Filipina Selatan, saat kapal Brahma 12 yang menarik tongkang Ananda 12 berisi Batubara. (nur)

Baca Juga:
> 10 WNI Mengaku Tak Pernah Bertemu Sandera Lain
> Cerita WNI yang Disandera: Yang Paling Kami Takutkan Potong Leher
> 10 WNI yang Dilepas Abu Sayyaf Dalam Kondisi Sehat
> Peter Cs Dilepas Abu Sayyaf, Nasib 4 ABK TB Henry Belum Jelas
> Peter Tonsen Cs Ditebus Rp14,2 Miliar dari Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Bebaskan 10 ABK Brahma 12
> Militer Filipina Temukan Potongan Tubuh WN Kanada Ridsdel
> Filipina Siapkan Serangan Besar-Besaran, Tak Jamin Sandera Abu Sayyaf Selamat
> Presiden Akui Sulit Bebaskan Sandera, Keluarga Korban Makin Cemas
> Jokowi Akui Sulit Membebaskan 14 WNI yang Disandera Abu Sayyaf
> Warga Kanada Dipenggal Abu Sayyaf, Ini Reaksi Perdana Menterinya
> Tebusan Tak Kunjung Diterima, Abu Sayyaf Penggal Kepala Sandera
> 5 ABK TB Henry Selamat, Tapi Terancam Dipecat
> Lima ABK TB Henry yang Nyaris Disandera Tiba di Indonesia
> Takut Diculik Militan Abu Sayyaf, Amerika Larang Warganya ke Filipina Selatan
> Militer Filipina Minta Indonesia Jangan Bayar Tebusan pada Abu Sayyaf
> Kontak Senjata Lagi dengan Abu Sayyaf, 7 Tentara Filipina Luka
> Malaysia Siap Kawal Kapal TB Henry Kembali ke Indonesia
> Militer Filipina Kuasai 3 Markas Abu Sayyaf, Sandera Belum Ditemukan
> Abu Sayyaf Keluarkan Ultimatum Soal Uang Tebusan
> 14 WNI masih Disandera Abu Sayyaf
> Batasi Ruang Gerak Abu Sayyaf, TNI Kerjasama Filipina dan Malaysia
> Ini Nama ABK TB Henry yang Diculik Militan Abu Sayyaf
> 10 Sandera Belum Dilepas, Abu Sayyaf Kembali Culik 4 ABK TB Henry
> Sudah 20 Hari, Lokasi 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Tak Diketahui
> Tunggu Komando, Pasukan TNI Siap Gempur Militan Abu Sayyaf
> Kata Menlu, 10 Sandera Selamat dari Serangan
> Militer Filipina Mengamuk, 8 Militan Abu Sayyaf Ditembak Mati
> Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapiā€¦
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar