Karimun Kumpulkan Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) sekira Rp1,5 Miliar

555
Pesona Indonesia

pekerjasingbatampos.co.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun, hingga saat ini telah mengumpulkan pendapatan dari Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) sekitar Rp1,5 miliar. Ditargetkan hingga akhir tahun 2016, mencapai Rp5 miliar naik dari retribusi IMTA 2015  berkisar Rp2,6 miliar.

”Insya Allah, kita optimis target tercapai  hingga akhir tahun nanti. Dari Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mencapai 1.250 orang yang bekerja di sejumlah perusahaan di wilayah Pulau Karimun Besar,’’ jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Karimun Ruffindy Alamsjah, di Tanjungbalai Karimun, kemarin (30/4).

Dikatakan, pemasukan retribusi IMTA ada dua kemungkinan, pertama saat pengurusan perdana untuk jangka satu tahun. Kedua ketika melakukan perpanjangan bagi TKA di masing-masing perusahaan.

Dimana, kewajiban TKA harus membayar, retribusi tersebut adalah TKA yang bekerja pada satu lokasi atau satu perusahaan. Hal ini diberlakukan, bagi tenaga kerja asing sejak 2015 dengan dasar Peraturan Daerah No 7 tahun 2014 tentang IMTA. Setiap TKA diwajibkan membayar 100 dolar Amerika untuk setiap kali perpanjangan izin bekerja di  Karimun.

”Kalau menurut data tahun lalu, kontribusi TKA paling banyak berasal dari PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) sekitar 613 orang. Kemudian sisanya ada sekitar 650 orang bekerja pada perusahaan-perusahaan di sekitar perusahaan itu,” tuturnya. ***

Respon Anda?

komentar