Makan Itak-Itak di Hajatan, Puluhan Warga Keracunan

371
Pesona Indonesia
Warga yang keracunan diduga akibat konsumsi itak-itak saat dirawat di ruang Teratai D, RSUD Pandan, Kamis (28/4). Foto: Metro Siantar/JPG
Warga yang keracunan diduga akibat konsumsi itak-itak saat dirawat di ruang Teratai D, RSUD Pandan, Kamis (28/4). Foto: Metro Siantar/JPG

batampos.co.id – Gara-gara mengkonsumsi itak-itak di hajatan
memasuki rumah baru milik Roy Pane Kamis (28/4) lalu, sedikitnya 43 warga menderita keracunan makanan di Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, Sumut tersebut.

Ros Lubis (52), salah seorang warga sekitar yang tengah menunggui saudaranya yang dirawat di RSUD Pandan akibat keracunan itu mengatakan, hal itu terjadi ketika pemilik rumah yang baru memasuki rumah baru di daerah mereka mengadakan syukuran (hajatan) dan memberikan makanan berupa itak-itak kepada warga yang menghadiri acara syukuran itu.

“Baru tadi kejadiannya. Katanya karena makan itak-itak di rumah warga yang baru memasuki rumah baru di sekitar kantor Polsek Sibabangun. Aku tadi nggak ikut, tapi ito-ku (saudara), keponakanku 2 orang ikut, kenalah mereka bertiga,” ujar Ros, seperti dikutirp dari Metro Siantar Jawa pos Group).

Akibat keracunan makanan itu, saudara dan kedua keponakannya mengalami muntah-muntah dan keluar buih dari mulut serta sekujur tubuh para korban terasa dingin.

“Takut kali aku. Hanya satu itu saudaraku laki-laki. Sampai muntah-muntahlah mereka tadi. Keponakanku pun begitu, kupengang tangannya sudah dingin kayak es. Takut kali aku, Amang,” ujar Ros yang terus meraung-raung menangisi keluarganya yang keracunan itu.

Adil Lubis (29), salah seorang korban yang tengah mendapatkan penanganan dari pihak medis ketika ditemui di ruang rawat Teratai D RSUD Pandan menuturkan bahwa hal itu bermula sekitar pukul 09.00 WIB, ketika mereka menghadiri undangan pemilik rumah yang memasuki rumah baru.

“Mulai sekitar jam sembilan kami ke rumah Roy, karena mereka baru masuk rumah baru. Di situ kami dikasih makan itak-itak, sesudah itu aku pulang,” ujar Adil.

Setelah pulang ke rumahnya, ayah dua anak ini juga menuturkan bahwa ia telah mendapat kabar bahwa beberapa warga yang menghadiri acara syukuran memasuki rumah yang disuguhkan itak-itak itu mengalami keracunan dan telah ramai-ramai berobat ke puskesmas setempat.

“Sekitar jam sebelas aku mau ke ladang, perasaanku sudah mulai lain. Awalnya mual, terus pusing kurasakan, hampir mau jatuh aku. Lalu larilah aku ke puskesmas. “Pak, tolong. Aku juga kena,” teriakku saat itu.

Makanya aku langsung dikasih pil, karena sebelumnya sudah kudengar kalau banyak yang keracunan, makanya aku beritahu kalau aku kena juga. Kalau muntah-muntah itu banyak kali lah tadi keluar, badan pun dingin. Ada sekitar empat puluh orang yang kena itu,” tuturnya.

Namun, peristiwa keracunan yang dialaminya dan saudaranya, April Tua Lubis, ayahnya Marihot Lubis (55) serta puluhan warga lainnya itu belum diketahui penyebabnya. Sementara pemilik rumah (Roy) yang mengadakan acara, juga turut keracunan.

“Si Roy yang punya rumah pun kena juga, mungkin dari itak-itak itulah keracunan semua,” katanya.

Rospida br Simorangkir (43), warga lainnya yang keracunan, kondisinya sempat sangat mengkawatirkan. Pasalnya Rospida baru-baru ini menjalani perobatan sakit jantung di RS Adam Malik Medan.

“Untunglah cepat dimuntahkannya, keluarlah itak-itak itu. Sudah sempat kejang-kejang tadi, takut saya apalagi dia baru siap berobat dari Adam Malik, sakit jantung. Untunglah sudah agak baikan sekarang,” kata Rospida boru Pasaribu.

Sementara, Direktur RSUD Pandan Sempakata Kaban menuturkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menangani sebanyak 14 orang pasien yang keracunan diduga akibat mengonsumsi itak tersebut dan hingga saat ini kondisi pasien telah berangsur membaik dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu.

“Ada sebanyak 14 orang yang sudah kita tangani di sini, sebagian lagi ditangani di Puskesmas Sibabangun yang gejalanya masih ringan dan bisa diatasi puskesmas. Memang kondisinya ini mengalami gangguan pada pencernaan, tapi semua pasien sudah berangsur membaik. Kita akan pantau terus. Kalau soal keracunan apa, kita belum bisa pastikan, itu harus diuji ke laboratorium dulu,” ujarnya.

Kapolsek Sibabangun AKP Sofyan ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa keracunan yang dialami warga tersebut dan saat ini pihaknya masih akan menndalami penyebab keracunan tersebut. “Ya benar, kita masih selidiki penyebab keracunan itu,” ucap Sofyan.

Terpisah, Camat Sibabangun Zulkifli Simatupang SH mengatakan, korban sebanyak 19 orang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Pandan dan puskesmas karena kondisinya cukup serius. Korban lain yang mengalami keracunan ringan hanya dirawat di rumah masing-masing.

Korban yang dirawat di RSUD Pandan adalah Netty Sitanggang (53), Sahuddin Sinaga (55), Zakaria Pasaribu (49), Alpi Candra Piliang (44), Raminah Sitompul (51), Rospida Simorangkir (42), Yusraini Hasibuan (28), April Lubis (25), Halomoan Siregar (59), Roy S Pane (32), Adil Lubis (29), Junardi Siregar (40), Marihot Lubis (60).

Sementara Afrizal Caniago (58), Helmina Simatupang (50), Misnah (50), Mujur Sihombing 35), Kasri Laoli (46), dirawatan di Puskesmas Sibabangun. Sementara, Asramawani (48), korban warga Kecamatan Batangtoru, dirawat di Puskesmas Batang Toru. (JPG)

Respon Anda?

komentar