Menko PMK Minta Percepat Hunian Tetap Mentawai

429
Pesona Indonesia
Menteri PMK Puan Maharani dikerubuni masyarakat saat meninjau huntap di Mentawai
Menteri PMK Puan Maharani dikerubuni masyarakat saat meninjau huntap di Mentawai

batampos.co.id – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meminta semua kementerian bergotong-royong agar pembangunan dan pemulihan kesejahteraan warga Mentawai terwujud di 2016 ini.

Dia berharap kelanjutan rehabilitasi Kepulauan Mentawai pasca-gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada tahun 2010 dapat segera terimplementasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan usai mengunjungi Hunian Tetap (Huntap) Mentawai, kemarin (28/4). Selain Puan, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa juga menginstruksikan bupati dan dinsos untuk mencari penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga menjadi 4 ribu.

Puan menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk memulihkan perekonomian di negeri Sikerei sehingga masyarakat Mentawai dapat melanjutkan kehidupannya. Selain di Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai Pernyataan yang sama juga disampaikan kembali saat ditanya awak media di kantor Camat Kuranji pada acara industri rumah/KUBE terbaik dan penyerahan bantuan KUBE, bantuan merek kpd 5 IKM, MP ASI Kemenkes dan Alquran.

Saat berada di Kepulauan Mentawai, dirinya sempat berdialog dengan warga dan melihat rumah-rumah yang sudah dibangun dengan bantuan pemerintah. Sampai saat ini, tercatat 2072 rumah sudah selesai dibangun dan menjadi tempat tinggal warga setempat. Selain infrastruktur, Kepulauan Mentawai juga memerlukan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

Dia berharap, kepala daerah dan kementerian terkait dapat meresponsnya dengan memberikan kartu Indonesia Sehat, kartu Indonesia Pintar, dan program Keluarga Harapan untuk masyarakat Mentawai. “Kami meminta koordinasi kepala daerah serta komitmen kementerian dan lembaga untuk segera melakukan percepatan dengan memberikan program secara terintegrasi,” jelasnya seperti dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Dalam kunjungan kerja ini, Menko PMK sengaja mengundang dan menghadirkan beberapa menteri dan pejabat eselon I yang mewakili Kementeriannya. Tujuannya untuk melihat dan menyaksikan secara langsung bahwa penyelesaian pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai masih jauh dari harapan masyarakat dan rencana aksi yang telah disusun.

Puan menyadari kesulitan dalam percepatan pembangunan di Kepulauan Mentawai mengingat secara geografis maupun bentangan alamnya rawan akan bencana. Termasuk keterbatasan infrastruktur. Meski begitu, dengan sinergitas, kerja keras dan semangat gotong royong, penyelesaian dan percepatan pembangunan di kepulauan Mentawai dapat dilakukan.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa yang juga berkunjung ke Padang menyentil tentang pendistribusian dana bantuan sosial, termasuk bantuan PKH. Dari diskusi bersama penerima dan pendamping, Mensos mengaku tidak menerima pernyataan adanya pemotongan bantuan sejauh ini. Namun, bila itu terjadi, Mensos akan menindak tegas. Salah satu penindakan yang pernah dilakukan di daerah lain dengan menuntut untuk mengganti hari itu juga.

“Kalau ada yang bilang ada, saya panggil pendamping, ee pendamping mana pendampingnya, jadi ada yang bertanggungjawab kalau ada bantuan yang tidak sesuai dengan jumlah yang diterima,” katanya ketika ditemui terpisah.

Menurutnya, itulah kelebihan PKH dibandingkan dengan bantuan sosial lainnya. Memiliki indeks efesiensi tertinggi dari segala bantuan. Diantara pendamping ada operator kecamatan, operator kota datanya OL dengan Pusdapil di kementerian sosial. Kedepan akan ada penambahan 2,5 juta penerima PKH dari 3,5 juta penerima menjadi 6 juta Juni nanti.

Penerima PKH di Mentawai baru sekitar 1600 an dan kedepan dapat menjadi 4 ribuan. “Mentawai saat ini 16 persen dari penerima KKS penerima PKH, nanti Juni bisa menjadi 40 persen, saya sudah sampaikan ke Dinsos, Bupati coba disisir penerima lain yang eligible,” jelasnya.

Keberadaan warga Mentawai memang sebagian masih berada di hunian sementara (Huntara) dan belum sepenuhnya berada di hunian tetap (Huntap). Selain hunian, dibutuhkan sekolah, terutama SMA. Lalu infrastruktur jalan. Lalu lintas transportasi kurang baik, bahkan ditemui jarak tempuh dari rumah ke sekolah mencapai 9 kilometer.

Tentu saja dapat mengganggu proses belajar mengajar, bisa jadis ehari sekolah, sehari lagi tidak. Ada banyak hal yang terkait pemenuhan kebutuhan sosial warga setempat, termasuk air bersih. Karena itu kunjungan kementerian sosial ke Mentawai sekaligus membantu mobil tangki air dengan harapan dapat mendistribusikan air pada warga yang sulit mendapat air bersih.

“Kunjungan kami sekarang tidak sekedar seremonial bantuan semata. Namun lebih kepada evaluasi pendistribusian bantuan sosial di Sumbar ini. Makanya tadi saya tanya-tanya,” pungkasnya. Pernyataan ini seakan sinergi dengan harapan Gubernur Irwan Prayitno saat mendampingi.

Irwan berharap, kehadiran Menko PMK dan Sosial bukan kunjungan semata, melainkan berharap kepedulian kepada masyarakat Mentawai melalui kebijakan dan program. Sehingga ke depan masyarakat dapat ikut dalam pemberdayaan hingga lebih sejahtera. Kehadiran para menteri semakin mendekatkan terwujudnya harapan tersebut.

“Selain memberikan bantuan, juga menjelaskan pada masyarakat masing-masing bantuan dan kartu yang diberikan,” ungkap tambah Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.(JPG)

Respon Anda?

komentar