Polresta Telisik Jaringan Dua Muncikari Dibawah Umur

296
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Penyidikan kasus prostitusi yang melibatkan dua muncikari di bawah umur, yakni BD (17) dan DA (17) terus berlanjut.

Aparat Satreskrim Polresta Palembang terus mendalami keterangan dua tersangka itu atas dugaan jaringan prostitusi daun muda itu. Dari pengakuan kedua tersangka sebelumnya, mereka memiliki enam anak buah.

Semuanya dipekerjakan secara freelance, sesuai dengan panggilan dan permintaan lelaki hidung belang yang memesan. Mereka hanya berkomunikasi dengan para korban jika mendapat pesanan.

Kata Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIK, rata-rata perempuan yang disediakan kedua muncikari masih muda. “Sebagian berstatus mahasiswi,” tuturnya. Harganya bervariatif. Mulai Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta untuk sekali kencan singkat.

Kedua tersangka telah menjalani bisnis ini sejak setahun terakhir. Mereka hanya meminta upah jasa mengantar dan mencarikan perempuan pesanan dengan kisaran Rp 200-400 ribu. “Yang kami fokuskan sekarang menyelidiki jaringan dari kedua tersangka ini,” tandas Maruly.

Penyidik akan memeriksa resepsionis salah satu hotel di kawasan Kalidoni yang jadi tempat transaksi dalam penangkapan dengan metode undercover buy pada Rabu (27/4) malam. Jika diperlukan, polisi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, terkait status BD yang merupakan pelajar salah satu SMA di Palembang. (JPG)

Respon Anda?

komentar