Kedutaan RI untuk Singapura Kritik Sistem Transportasi Batam yang Tertinggal

1070
Pesona Indonesia
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kedutaan RI untuk Singapura mengkritisi transportasi di Batam yang masih jauh tertinggal dari kota lain. Padahal Batam memiliki potensi yang sangat besar untuk mendatangkan wisatawan asing. Kedutaan meminta agar transportasi di Batam harus dibenahi.

“Transportasi harus dibenahi. Harus dibuat senyaman mungkin,” kata Sigit Suryantoro Widianto, counsellor KBRI di Singapura.

Sigit mengatakan untuk meningkatkan kunjungan wisata, maka akses transportasi adalah hal pokok. Pelabuhan dan bandara haruslah tersedia transportasi yang aman dan nyaman.

“Kalau  kita senyum saja, turis akan semakin banyak. Apalagi kalau kita ramah dan mereka merasa nyaman. Angkutan massal juga penting dan harus bisa menjangkau tempat-tempat wisata,” katanya.

Menurut Sigit, Batam punya potensi yang sangat luar biasa. Destinasi wisata juga tidak kalah dari Singapura. Menurutnya, masih banyak pelancong asal Singapura yang belum pernah ke Batam. Padahal Singapura adalah salah satu market utama untuk pemasaran pariwisata Indonesia.

“Singapura yang berkunjung ke Indonesia sekitar 1,5 juta orang ke Indonesia di tahun lalu. Sekitar 900 ribu orang itu lewat Batam,” katanya.

Menurutnya, saat berkunjung, yang paling penting bagi wisatawan adalah kenyamanan. Termasuk harga atau cost perjalanan itu jangan terlalu mahal.

“Kalau misalnya kita lebih ramah dan lebih baik sedikit lagi saja akan lebih banyak turis ke sini. Sedangkan seperti sekarang ini saja sudah banyak turis yang datang. Apalagi kita tambah baik,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengakui bahwa faktor transportasi dan keramahan sangat berpengaruh besar terhadap kunjungan wisata. Di mana turis hanya akan datang jika memang penduduk yang dituju ramah.

“Kalau misalnya saja sering terjadi kejahatan, maka pelan-pelan sudah pasti berkurang wisman ke sana,” katanya.

Menurutnya, transportasi di Batam memang harus terus dibenahi. Sopirnya harus ramah. Tidak lagi pernah terjadi kejahatan terhadap turis.

“Kalau angkutan ini sangat penting. Kenapa warga senang ke Singapura, salah satunya karena angkutannya bagus. Di Batam juga harusnya mulai diperhatikan angkutan umum ini,”katanya. (ian/bp)

Respon Anda?

komentar