Tobasa Rancang 7 Kawasan Strategis Pariwisata

620
Pesona Indonesia
Danau Toba. Foto: Metro Siantar/dok.JPNN
Danau Toba. Foto: Metro Siantar/dok.JPNN

batampos.co.id – Pemkab Toba Samosir (Tobasa) yang termasuk dalam Badan Otorita Pengelola Pariwisata Kawasan Danau Toba mempersiapkan diri dengan merancang 7 kawasan strategis pariwisata di daerahnya.

“Tujuh kawasan strategis dimaksud adalah kawasan wisata pantai Danau Toba mulai dari Meat hingga Ajibata,” kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Ultri Sonlahir Simangunsong, seperti dikutip dari Metro Siantar (Jawa Pos Group).

Menurutnya, kawasan strategis itu nantinya yang harus dikawal bersama lintas sektor dan seluruh stakeholder di Tobasa, sehingga sangat perlu kesadaran kolektif bagi kita semua dan tulus menyambut Badan Otorita ini dengan strategi single destination dan single management, sebagai pintu masuk utama wisatawan nusantara, terutama wisatawan mancanegara yang datang ke Tobasa melalui Bandara Sibisa, nantinya.

Di 7 kawasan dimaksud tentunya masih banyak sektor yang harus dibenahi bersama untuk program akbar ini, sekaligus melestarikan keunikan dan kearifan lokal yang bisa dijual kepada wisatawan. Merujuk dengan survey yang dirilis Kementerian Pariwisata 2015 bahwa kunjungan ke lokasi budaya diminati hampri 60 persen, wisata alam 35 persen serta wisata buatan 5 persen.

“Ini menjadi tantangan dan peluang besar bagi kita semua, bahwa globalisasi ada di hadapan kita dan MEA harus dihadapi dengan kebersamaan dan manajemen yang tersinkronisasi dengam optimal. Hanya ini satu-satunya cara bertahan di era global ini. Dan sebaliknya, derasnya kemajuan teknologi informasi yang semakin personal justru akan menguntungkan jika ‘marharoan bolon’ ini dilakukan sebagai senjata. Saya yakin, kitalah yang jadi pemenang karena semua sumberdaya itu kita miliki,” terang Ultri.

Dikatakan, Top-10 Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional telah didesain pemerintah untuk mensukseskan strategi pembangunan pariwisata sebagai sektor andalan yang paling memberi harapan peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena merupakan industri yang mudah dilaksanakan serta murah (massal). Bahkan tahun 2019 nanti diproyeksikan akan menjadi sektor sokoguru perekonomian di Indonesia.

Tobasa juga tidak ingin ketinggalan dengan semua itu dan segera melakukan langkah-langkah percepatan, baik taktis maupun terintegrasi untuk menyongsong Destinasi Pariwisata Prioritas Top-10 ini. Kadisbudpar dan Bappeda menjadi motor untuk pelaksanaan ini dan tentunya beberapa SKPD terkait agar terkoneksi.

Dijabarkan, langkah awal yang telah dilakukan baru-baru ini, yakni melakukan aksi taktis, langsung turun ke lapangan dan bergerak ke Kecamatan Ajibata, Senin (25/4), yang merupakan satu dari tujuh lokasi strategis untuk melakukan sosialisasi dan eduakasi kepada seluruh masyarakat, terutama kepada pemilik usaha wisata agar berubah dan menyambut pengembangan destinasi pariwisata dengan tulus.

Dan, Selasa (26/4), berdasarkan surat undangan Bupati Tobasa nomor 556/ 489/budpar tanggal 25 April 2016, akan dilakukan sosialisasi dan edukasi kepasa masyarakat tentang penataan kawasan pantai Ajibata dan beberapa SKPD terkoneksi beserta jajaran Polres Tobasa akan hadir dan memberi masukan.

Pada acara itu akan diberikan kesempatan kepada fasilitator DMO Toba, Kementerian Pariwisata Harianto Sinaga untuk memaparkan rencana pengembangan kawasan ini sebagai aalah satu yang concern untuk dibenahi bersama sebagai pintu gerbang utama ke Danau Toba dan Samosir, sebagaimana telah mulai dirilis oleh Kemenparekraf tahun 2012 lalu melalui program Destination Management Organisation (DMO) dan juga dasar untuk Masterplan Kawasan Danau Toba oleh Kemenpar di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tobaa dan sekitarnya.

“Jadi, mari kita awalai melalui kesadaran kolektif menyambut Otorita yang nantinya membuka lapangan kerja baru, investasi baru. Itulah yang kita harapkan,” tandasnya. (JPG)

Respon Anda?

komentar