Dituding Gelapkan Dana Kelompok Usaha Bersama, Dua Warga Lapor Bara JP

539
Pesona Indonesia
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan pelaku bakal di penjara. Foto: ilustrasi pixabay
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan pelaku bakal di penjara. Foto: ilustrasi pixabay

batampos.co.id – Dua orang penerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) aspirasi mendatangi Barisan Relawan Jokowi Presidenku (Bara JP) dengan wajah sedih dibalut rasa takut.

Kesedihan dan ketakutan yang mereka alami lantaran adanya sejumlah warga yang menuding mereka sebagai pelaku penggelapan dana bantuan dari Kementerian Sosial RI tersebut.

Padahal, melalui Koordinator penyaluran bantuan, dana yang semestinya berjumlah Rp 20 juta per kelompok, hanya mereka terima sebesar Rp 1,5 juta.

Begini cerita mereka kepada Bara JP, Kamis (28/4). Dengan mata berkaca-kaca, Sumi (39) warga Jalan Sibolga Baru, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Sumut, mengawali ceritanya dari kedatangan seorang pria yang sebelumnya tak dia kenal berinisial P ke usaha salonnya.

Kemudian, pria tersebut menawarkan akan memberikannya bantuan cuma-cuma, tanpa adanya pengembalian. Dengan perasaan senang, diapun memberikan foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang diminta P sebagai syarat.

“Aku gak tahu, tiba-tiba dia datang menawarkan bantuan. Ya, siapa sih yang nggak mau dapat bantuan. Dimintanya foto copy KTP dan KK, kukasih, habis itu dia pergi. Nggak kenal aku dengan orangnya,” kata Sumi. Katanya, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2015, namun dia lupa bulan dan tanggalnya.

Lalu, tak pernah terfikir lagi dengan bantuan tersebut, beberapa bulan kemudian P menghubunginya dan mengajaknya membuka rekening di Bank Sumut. “Katanya harus buka rekening dulu. Pergilah kami ke Bank Sumut, kubukalah rekening pakai uangku sendiri Rp100 ribu,” ungkapnya.

Tak curiga sedikitpun dengan sikap P, setelah buku tabungan terbit, diapun menyerahkan buku tabungan tersebut pada P, sesuai permintaan P. “Habis itu, dia yang pegang buku tabungannya,” ujarnya.

Tak berapa lama kemudian, AJ, rekan P, kembali menghubunginya dan mengatakan bahwa bantuan tersebut telah ditransfer melalui rekening dan menyuruhnya untuk segera mencairkannya. Setelah mencairkan dana bantuan tersebut, AJ lantas menyuruhnya untuk mengantarkannya ke Jalan Horas.

“AJ yang menelepon aku, katanya bantuan itu sudah ditransfer. Setelah kuambil, ternyata jumlahnya Rp20 juta dan AJpun menelepon dan menyuruhku untuk mengantar uang itu ke rumahnya di Jalan Horas,” tutur Sumi.

Setelah menyerahkan uang Rp 20 juta tersebut sambungnya, AJ pun memberinya Rp 1,5 juta dan sisanya dipegang oleh AJ. “Aku kan nggak tahu apa-apa soal bantuan ini. Setelah uangnya kukasih, dia bilang “ini uang Rp 1,5 juta untuk membantu usahmu,” kata Sumi.

Tak sampai di situ, tiba-tiba saja ada beberapa orang tetangganya yang mencoba mencegatnya di jalan dan membentak-bentaknya. Sumi dituding menggelapkan bantuan KUBE sebesar Rp20 juta. Sementara, sejak awal dirinya mengaku tidak tahu menahu mengenai bantuan tersebut.

“Aku nggak tahu, ternyata aku dibuat sebagai Ketua Kelompok Melati Putih. Ada 10 orang dalam 1 kelompok. Aku hanya ngasih foto copy KTP dan KK, selanjutnya aku nggak tahu. Disuruh buka rekening, kubuka, semua. Yang mengatur P dan AJ. Kok aku dibilang memakan uang KUBE Rp 20 juta.

Sedangkan, yang kuterima tak lebih dari Rp 1,5 juta. Gara-gara itu, sudah 3 hari saya nggak jualan. Saya jadi ketakutan, karena banyak yang mendatangi saya dan menuntut soal bantuan itu. Manalah kutahu itu,” ketusnya mengingat kejadian tersebut.

Senada dikatakan Sahbudin Situmeang (59), warga Jalan Suprato Gang Family, kelurahan yang sama. Namun berbeda dengan Sumi, pak tua ini kebagian jatah lebih besar dari Sumi, yakni sebesar Rp10 juta, meskipun sama-sama menjabat sebagai ketua kelompok.

“Sama, saya juga nggak tahu soal bantuan ini. Saya hanya diminta foto copy KTP dan KK. Waktu dananya cair, uangnya saya kasih sama P. Kemudian P memberiku Rp 10 juta, sisanya kemana aku nggak tahu,” paparnya kepada Bara JP.

Bara JP mengaku akan membawa kasus tersebut ke polisi dan menangkap pelakunya. (JPG)

Respon Anda?

komentar