Berantas Buta Huruf Warga Suku Laut, Densy Diaz Jadi Ikon Pendidikan Lingga

958
Pesona Indonesia
Seorang warga Suku Laut belajar menulis sembari tetap mengasuh anaknya. foto:hasbi/batampos
Seorang warga Suku Laut belajar menulis sembari tetap mengasuh anaknya. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Tanggal 1 Mei di Lingga, menjadi momentum baru pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Alias Welo, Bupati Lingga. Momentum tersebut diberi nama Gerakan Peduli Pendidikan (GPP) sejalan dengan peringatan hari pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Rasa kepedulian, solidaritas dan berbagi ilmu pengetahuan perlawanan terhadap buta aksara yang diusung Densy Diaz, cekgunya orang Suku Laut Selat Kongky, Desa Pena’ah, menjadi salah satu pelopor Awe menggagas kegiatan ini.

Berbeda dari kegiatan-kegiatan biasanya, bukan sekedar serimonial Awe mengumpulkan seluruh guru di Kecamatan Senayang. Mengajak seluruh unsur peduli terhadap pendidikan. Pendidikan dipandang Awe, sebagai hal wajib diperoleh siapapun dan perlu kerja bersama menularkan ilmu pengetahuan termasuk kepada warga Suku Laut yang selama ini diajar Diaz dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Sosok Diaz, memberantas buta aksara Suku Laut menjadi inspirasi Awe. Di tengah keterbatasan keuangan daerah yang selalu menjadi masalah klasik dinas-dinas di Lingga Diaz tetap bersemangat memberikan pengenalan huruf, baca dan tulis bagi masyarakat Suku Laut.

“Keuangan Lingga memang keterbatasan. Tapi pendidikan menjadi tanggung jawab kita bersama, berbagi ilmu di lingkungan tempat tinggal. Kerja tulus dan ikhlas yang ditunjukkan ibu Densy, menjadi contoh kalau kita bisa berbuat ditengah keterbatasan,” ungkap Awe di Hari Peduli Pendidikan Kabupaten Lingga di Senayang, Minggu (1/5) pagi.

Kecamatan Senayang, sengaja dipilih Awe sebagai tempat peluncuran HPP. Sebagai sebuah komitmen Pemkab Lingga, diera yang baru membangun sumber daya manusia (SDM). Sebab Senayang, dengan 11 desa dan kelurahan, ratusan pulau pesisir dan banyak dihuni warga pesisir nelayan maupun Suku Laut menurut Awe selalu terabaikan. Mengejar ketertinggalan, harus diperkuat dengan SDM yang memadai.

“Senayang merupakan daerah pesisir yang seharusnya membutuhkan alokasi APBD yang besar, hingga daerah ini bisa mengejar ketertinggalan dari kecamatan lain,” kata Awe.

“Kedepannya Kecamatan Senayang menjadi fokus pemerintah daerah. Tidak hanya dari segi pembangunan fisik tapi juga pembangunan sumber daya manusianya,” tambah Awe.

Sempena dengan pencanangan hari peduli pendidikan ini, Bupati Lingga, Alias Wello juga menyerahkan penghargaan kepada Densy yang telah mengajarkan anak-anak suku laut belajar membaca dan menulis, tanpa menerima insentif dari pemerintah daerah. Setelah itu, secara pribadi bupati juga memberikan beasiswa kepada anak kurang mampu yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke politeknik pariwisata di Kota Batam.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga sejumlah anggota DPRD Lingga, SKPD dan kades sekecamatan Senayang. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar