Empat Bulan, sudah 30 Kasus Sengketa Buruh di Tanjungpinang

449
Pesona Indonesia
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, bersama para buruh di Kota Tanjungpinang dalam peringatan May Day di Lapangan PT Swakarya Indah Busana Tanjungpinang, Minggu (1/5). foto:istimewa
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, bersama para buruh di Kota Tanjungpinang dalam peringatan May Day di Lapangan PT Swakarya Indah Busana Tanjungpinang, Minggu (1/5). foto:istimewa

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan, sejak Januari-April 2016 mencatat sebanyak 30 laporan kasus sengketa buruh masuk ke pihaknya. “Sejak mediator fungsional berfungsi, semua persoalan buruh dilaporkan ke Dinsosnaker,” ujar Surjadi.

Angka tersebut melonjak drastis dibanding tahun 2015 sebelumnya, ketika Dinsosnaker belum memiliki mediator. ” Kalau tahun lalu ada 43 laporan, karena memang penanganan belum maksimal,” ujarnya.

Dari 30 laporan, empat diantaranya harus diselesaikan di ke meja hijau. kasus yang dilaporkan, kata Surjadi disebabkan berbagai persoalan, seperti disiplin pekerja yang berujung pemberhentian secara sepihak. “Sebenarnya perusahaan juga tidak boleh langsung memberhentikan, melainkan harus melalui proses, yaitu surat peringatan,” ujarnya.

Untuk menjaga kodisi kondusif bagi perusahaan dan juga buruh, Surjadi mengimbau untuk menaati ketentuan, seperti penerapan gaji sesuai UMK bagi pekerja dengan usia kerja 0-1 tahun, dan perbedaan gaji bagi karyawan yang lebih lama.

“Juga bagi pekerja harus meningkatkan kinerja. Dua-duanya harus saling topang menopang,” ujarnya. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar