Hmmm… Inilah Ciri-Ciri Penyandera 10 WNI

442
Pesona Indonesia
Para WNI eks sandera kelompok Abu Sayyaf setibanya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Minggu (1/5) malam. Foto: dokumen JPNN.Com
Para WNI eks sandera kelompok Abu Sayyaf setibanya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Minggu (1/5) malam.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Setelah selama 40 hari berada dalam sekapan kelompok Abu Sayyaf di Filipina, 10 warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Brahma 12 akhirnya dilepaskan. Salah satu seorang sandera pun mengisahkan pengalamannya tentang para penyandera.

Adalah Wawan Saputra, salah seorang eks sandera yang menuturkan kisahnya selama di bawah penyanderaan. Ia mengaku tidak pernah sekali pun melihat wajah para penyandera. Sebab, penyandera selalu mengenakan masker alias penutup wajah.

“Mereka pakai topeng hitam dan rompi. Mereka juga menenteng senjata api lengkap. Ada sekitar sepuluh orang,” ujar Wawan di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (2/5).

Menurut Wawan, 10 penyandera itu tidak banyak berkomunikasi dengan para sandera. Mereka hanya berkomunikasi ketika hendak bergerak dan makan.

“Mereka tidur bergantian-gantian menjaga para sandera. Setiap malam kami selalu berpindah-pindah tempat,” ucapnya.

‎Sebelumnya, 10 WNI kru kapal  Brahma 12 yang diculik pada 26 Maret lalu dilepaskan, Minggu (1/5). Mereka tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada malam harinya. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, para sandera itu diserahkan oleh Kemenlu ke keluarga masing-masing Senin (2/5). (mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar