Kadis Kesehatan Anambas Ditangkap, Ini Kronologinya!

3679
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Said Mohd Damrie, saat ditangkap polisi Sabtu (30/4) pagi. foto: syahid/batampos
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Said Mohd Damrie, saat ditangkap polisi Sabtu (30/4) pagi. foto: syahid/batampos

batampos.co.id – Polres Natuna diduga menjemput paksa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Said Mohd Damrie, Sabtu (30/4) pagi. Penjemputan ini diduga terkait dugaan korupsi pengadaan minyak untuk Puskesmas Keliling (Puskel) dengan total anggaran sekitar Rp 800┬ájuta pada tahun 2014 lalu. Selain Said, anggota Polres Natuna juga menahan Yuri selaku PPTK dan Syarifuddin, staff Dinas Kesehatan Anambas.

Pantauan dilapangan, sejumlah anggota Polres Natuna sudah berada di Tarempa beberapa hari sebelumnya. Ketika Said Damrie akan menuju ke Tanjungpinang dengan menggunakan ferry VOC Batavia, anggota polres Natuna sudah lebih dulu menunggunya di pelabuhan Pelni Tarempa.

Sekitar pukul 06.30 WIB saat Said Damrie akan masuk ferry, dia langsung dihentikan oleh anggota Polres Natuna. “Maaf pak, bapak tidak bisa berangkat karena bapak akan saya bawa ke Natuna dengan Bukit Raya,” ungkap anggota Polres Natuna sambil menunjukkan surat tugas┬ápenangkapan kepada Said Damrie.

Mendengan hal itu Said langsung terlihat kaget dan tubuhnya tiba-tiba gemetaran dan wajahnya tampak pucat. Namun demikian pihak polisi tetap membawanya ke Mapolsek Siantan untuk menandatangani surat penangkapan itu. Setelah tandatangan, kondisi Said semakin parah, dirinya tidak sadarkan diri sehingga harus dibawa ke Puskesmas Tarempa saat itu juga.

Sekitar 30 menit dirawat Said belum juga sadar. Namun tidak lama setelah itu Said tiba-tiba sadar. “Lama ya dia tak sadar,” ucap salah satu warga yang kebetulan ada di Puskesmas Tarempa dengan bisik-bisik.

Namun setelah sadar anggota polisi langsung membawanya dengan menggunakan ambulance. Sesampainya di pelabuhan, Said juga tidak bisa masuk kapal sendiri. Dirinya harus dipapah dua orang anggota polisi menaiki anak tangga kapal.

Tidak ada satupun anggota polisi yang bertugas itu berani memberikan keterangan atas penangkapan Said Damrie, semuanya diserahkan kepada Kapolres Natuna AKBP Amazon Palemonia. “Langsung saja dengan komandan,” ungkap anggota polisi itu.

Kapolres Natuna AKBP Amazon Palemonia enggan memberikan tanggapan mengenai hal ini. Kapan Said Damrie ditetapkan sebagai tersangka sehingga tiba-tiba dijemput. “Kami sedang mengurus masalah ini,” ungkapnya.

Namun dirinya mengaku siap dihubungi pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Namun ketika dihubungi berkali-kali pada sore harinya, dirinya tidak angkat telepon dari wartawan.

Said Damrie sendiri belum bisa memberikan tanggapan apapun karena pada saat itu kondisinya masih lemah. Namun sebelum dirinya ditangkap, dirinya sempat menceritakan bahwasanya akan ada tersangka baru pada kasus ini yakni Sarifuddin. Salah seorang pegawai dinas kesehatan. Karena dirinya sudah membuat berita acara terkait pencairan uang pembanyaran minyak itu.

Saat ditanya apakah dirinya terlibat, dengan yakin dirinya menjawab tidak. Sehingga dirinya memutuskan untuk berangkat ke Tanjungpinang pada keesokan harinya. “Itu Yuri yang melakukan tapi semua dilibat-libatkan dari bawah sampai keatas,” ungkap Said Jumat (29/4) malam. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar