Nasib Pelabuhan Kontainer Tanjungsauh Makin Tak Jelas

641
Pesona Indonesia
Model pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Tanjungsauh, tapi entah kapan. Foto: istimewa
Model pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Tanjungsauh, tapi entah kapan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pelabuhan Kontainer Tanjungsauh digadang-gadang menjadi pelabuhan transhipment terbesar di Kepri. Tetapi nasibnya hingga kini belum jelas. Belum akan dibangun dalam waktu dekat.

Alasannya, lahan Tanjungsauh tidak masuk dalam kewenangan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Batam.

“Jadi kalau masalah tanjung sauh ini. Memang dari dulu sudah digaungkan. Tetapi terbentur masalah lahan. Tanjungsauh itu bukan kewenangan kami,” kata Hatanto Reksodiputro, kepala BP Batam.

Hatanto mengakui bahwa masalah pelabuhan Tanjungsauh ini sudah sering dibicarakan di pusat. Bahkan ketika pimpinan BP Batam yang baru masih di Jakarta dan hendak berkantor di Batam.

Baca Juga: Ada Kabel di Bawah laut, Tanjung Sauh Tak Layak Jadi Pelabuhan Peti Kemas

Daniel, pengusaha asal Batam mengakui bahwa nasib pelabuhan Tanjungsauh ini, tidak jelas hingga sekarang. Menurutnya, ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah negara asing.

“Saya melihat ada campur tangan dari negara lain di sini. Dan ini sangat disayangkan. Padahal ini sangat penting untuk Batam,” katanya.

Haripinto, anggota DPD RI Dapil Kepri menyayangkan kalau pembangunan pelabuhan Tanjungsauh ini tidak ada kejelasannya. Padahal ia menegaskan sudah memperjuangkan ini agar masuk dalam proyek strategis nasional.

Menurutnya, jika Tanjungsauh dibangun maka potensi maritim di Kepri akan lebih tergali. “Dalam paripurna DPD RI beberapa waktu lalu, saya minta Tanjungsauh jadi perhatian pusat. Ini sudah terlalu lama prosesnya. Ini harus diselesaikan. Jangan menggantung,” katanya.

Menurut Haripinto, Kepri khususnya Batam membutuhkan pelabuhan itu untuk bisa mengimbangi Malaysia dan Singapura. Ini juga untuk mendukung program FTZ yang sudah ada sekarang.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan pelabuhan kargo Batuampar saat ini, maka tidak akan bisa menampung mother vessel atau kapal-kapal besar. Selama ini kapal-kapal yang bongkar di Batuampar hanyalah kapal-kapal kecil.

“Kita meminta dan menggesa ini, agar ada kepastian bagi calon investor yang hendak mengelolanya. Ini penting untuk mendukung investor di Batam,” katanya.

Sejak beberapa tahun lalu, Tanjungsauh sudah digaungkan BP Batam akan dibangung. Direncanakan, luas pelabuhan itu nanti adalah sekitar 300 hektare dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp7 triliun.

Sedangkan kapasitas pelabuhan tersebut nanti diperhitungkan sebanyak 4 juta peti kemas yang dihitung dalam Twenty Foot Equivalent Units (TEUs). (ian/bp)

Respon Anda?

komentar