RKB Masih Jadi Persoalan Pendidikan di Kepri

322
Pesona Indonesia
Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun membagikan hadiah kepada peserta Jalan Santai Hari Pendidikan nasional di Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (1/5). foto:humas pemprov
Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun membagikan hadiah kepada peserta Jalan Santai Hari Pendidikan nasional di Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (1/5). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Beberapa waktu kedepan, Provinsi Kepri sudah mulai disibukan dengan penerimaan siswa baru. Apa yang menjadi kekhawatiran Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun adalah belum tersedianya Ruang Kelas Baru (RKB) untuk menampung peserta didik.

“Ketersediaan RKB memang masih menjadi persoalan yang harus kita selesai bersama. Tetapi itu perlu waktu, dan tidak bisa bim salabim,” ujar Nurdin Basirun, Minggu (1/5) usai menghadiri Jalan Santi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Masih kata Nurdin, daerah-daerah maju seperti Batam, Karimun, Bintan, dan Tanjungpinang selalu dihadapkan dengan keterbatasan RKB. “Penyebabnya adalah banyaknya yang datang untuk mencari usaha dengan membawa keluarganya,” jelas Nurdin.

Mantan Bupati Karimun tersebut juga mengatakan, persoalan ini menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya. Karena memang harus dituntaskan kedepan. Selain itu, Nurdin menyebutkan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terus mencari metode tentang muatan lokal yang pas untuk peningkatan daya saing pendidikan di Provinsi Kepri.

“Kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini. Target kita adalah, adek-adek yang lulus sekolah sudah bisa mandiri dan punya daya saing,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, ia sangat mendukung adanya peningkatan pendidikan Bahasa Inggris. Akan tetapi yang terpenting pendidikan agama tidak boleh ditinggal. Karena pendidikan agama adalah dasar daripada pembangunan. Apalgi Kepri merupakan daerah perbatasan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan negara-negara lainnya, tentu pendidikannya harus punya daya saing.

“Kepada adik-adik, kita harus terus giat belajar, sehingga punya pengetahuan yang luas dan keterampilan dalam berbahasa asing. Dengan begitu, Kepri akan punya daya saing yang handal,” tutup Nurdin yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Yatim Mustafa.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar