Walikota Tanjungpinang Tulis Buku Biografi ‘Aku Bukan Orang Berdasi’

378
Pesona Indonesia
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah terlihat sumringah kala menceritakan keinginannya untuk menyelesaikan buku biografi perjalanan hidupnya berjudul ‘Aku Bukan Orang Berdasi’ yang telah sejak awal tahun 2010 ditulisnya.

“Tapi belum sempat saya rampungkan, karena banyak tugas penting yang harus didahulukan,” ujar Lis di kediamannya, Minggu (1/5).

Buku yang saat ini menunggu untuk segera dirampungkan tersebut, berisikan perjalanan hidup Lis, dari sejak kecil hingga saat ini. Lis mengatakan, masa-masa kecil yang dijalaninya jauh dari kemewahan. “Dari kecil saya harus berjualan es. Dan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri saya selalu menangis. Apalagi kalau melihat orang lain digendong oleh ayahnya. Karena sejak usia empat tahun, saya tidak bisa merasakan itu,” ujarnya

Dalam buku tersebut, kata Lis juga akan diceritakan kepayahan hidupnya semasa kecil yang harus memikul air terlebih dahulu untuk keperluan rumah sebelum berangkat ke sekolah. “Saya sering diejek dengan kawan sekolah, dan sering melihat mereka berangkat sekolah naik motor. Dan sempat bermimpi kapan bisa naik motor,” ujar Lis.

Lis melanjutkan, buku tersebut awalnya akan diberi judul ‘Tuah Kelapa’. Tapi akhirnya diganti karena mirip dengan buku yang telah diterbitkan oleh Almarhum M. Sani. “Dulunya saya mau pakai judul itu, karena itu nasehat orang tua saya yang selalu mengingatkan saya untuk menjadi seperti pohon kelapa. Dimana semua bagiannya bermanfaat,” ujarnya.

Akhirnya, Lis menggantinya dengan judul ‘Aku Bukan Orang Berdasi’. Artinya, kata Lis, meskipun saat ini dia mengemban amanat sebagai Wali Kota Tanjungpinang dan telah lama malang melintang di dunia politik, dia adalah manusia biasa. “Karena saya bukan lahir dari kaum elite,” ujarnya.

Dikatakan Lis, tujuan penulisan buku biografi itu adalah untuk memberikan motivasi pada generasi penerus bahwa kehidupan yang sulit dan serba susah di masa-masa sekolah, jangan dijadikan halangan untuk bisa berhasil. “Yang penting ibadah dan berdoa atau kuncinya adalah dgn DUIT (Doa Usaha Iman dan Taqwa ) serta selalu memohon doa dan restu orang tua,” ujarnya.

Disinggung kapan buku tersebut dirampungkan, Lis berharap di tahun 2016 ini buku tersebut selesai ditulis. “Tahun ini akan diusahakan selesai,” ujar Lis. (lra/bpos)

Respon Anda?

komentar