Benan Titik Labuh Yatch Terbaik di Indonesia

1135
Pesona Indonesia
Para yatcher Cruise to Lingga saat tiba di Pulau Benan. foto:hasbi/batampos
Para yatcher Cruise to Lingga saat tiba di Pulau Benan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Rombongan Cruise to Lingga, even wisata layar yang digelar Nongsa Point Marina and Resort bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kepri dan Lingga sampai di Pulau Benan, Kecamatan Senayang, Lingga, Minggu (1/5) sore. Kegiatan wisata layar ini berlangsung sepekan, mulai dari tanggal 1 sampai 7 Mei menjelajah Perairan Senayang Lingga mulai dari Benan, Pena’ah dan terakhir di Mensanak.

Prakash Reddy, Marina Manager Nongsa Point Marina & Resort mengatakan, alasan digelarnya Cruise to Lingga karena alam dan lautnya yang natural serta nyaman yang didapat para yatcher. Jaraknya yang cukup dekat, hanya 50 mil dengan ratusan sajian pulau-pulau kecil, kata Prakash, menjadi daya tarik yang begitu memukau para yatcher.

“Ini sudah tahun ketiga saya masuk ke Benan. Di sini (Benan) sangat aman untuk labuh jangkar, masyarakatnya ramah. Dan yang tamu-tamu saya cari adalah natural itu ada di sini. Benan sangat bagus,” kata Prakash disela-sela kegiatan penyambutan Disbudpar Lingga oleh Kadisbudpar Lingga, M Asward bersama staf jajarannya bekerjasama dengan masyarakat.

Rencana awal, kata Prakash, 20 Yatch akan menjadi peserta Cruise to Lingga. Namun karena kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di Batam, sejumlah yatch dengan peserta keluarga dan anak-anak membatalkan keberangkatan.

“Awalnya ramai. Cuaca tidak memungkinkan dan banyak anak-anak. Jadi kita hanya 3 Yatch saja yang berangkat. Tanggal 3 kita ke Penaah dan tanggal 5 kembali ke Mensanak baru melanjutkan perjalanan ke Nongsa lagi,” jelas Prakash.

Ditempat yang sama, Karen, wisatawan dari Inggris yang kini berdomisili di Singapura mengaku sangat kagum menjejakkan lagi kakinya untuk ke dua kali ke Benan. Pantai, laut, kearifan lokal masyarakat menurut Karen sudah sangat memukau. Ia berharap, konsep pariwisata natural seperti ini tidak perlu dirubah dengan hotel-hotel bintang lima yang mainstream dan sudah terlalu banyak di miliki tempat wisata lain. Namun, kealamian seperti Benan, kata Karen tidak bisa dibuat-buat dan dengan mudah dan inilah yang menjadi daya tarik Benan.

“Benan is beautiful and nice island. Kealamiannya. Lautnya bagus, bersih, pulau-pulau kecil yang cantik dan biar masyarakatnya saja yang mengelola, agar tetap original,” tutur Karen.

Sementara Gary, suami Karen yang bekerja sebagai kontraktor di Singapura mengatakan yatch adalah olahraga dan wisata yang menyenangkan. Bahkan, di Singapura, ia tidak memiliki apertemen ataupun rumah, namun lebih memilih tinggal di kapal yatchnya. Pria bertubuh kekar ini mengaku telah mengelilingi seluruh dunia, termasuk Bali, Indonesia. Namun soal Benan, benar-benar membuatnya jatuh hati.

“Di Indonesia, Benan adalah pulau paling bagus. Saya cuma sekali ke Bali, tapi ke Benan ini yang kedua kalinya dan saya akan terus datang. Semua halnya di sini unik. Sangat berbeda dengan tempat-tempat lain di dunia yang pernah saya kunjungi,” kagum Gery dengan bangga saat mengunjungi Benan.

Sementara itu, M Asward, Kadisbudpar Lingga mengatakan sangat mensuport dan membuka kerjasama dengan pihak manapun untuk berwisata layar di Lingga. Ada 8 titik potensial di Lingga katanya selain Benan, juga tidak kalah bagus untuk dijelajahi. Dengan adanya event ini yang akan berjalan setiap tahun, nilai pariwisata di Lingga serta ekonomi masyarakat pesisir dapat terbangun. Kearifan lokal menjadi modal besar ditambah lagi kesiapan masyarakat dengan memanfaatkan peluang dan kreatifitas menjajakan sovenir dan guide-guide lokal serta penguatan bahasa Inggris bagi warga pesisir Lingga.

“Kita harapkan, setiap tahun kunjungan wisata layar terus meningkat. Yatcher dunia pelan-pelan mulai mengenal Lingga dan kita mengapresiasi kunjungan ini. Bulan Oktober nanti, Selayar, Tanjung Kelit dan Benan akan juga didatangi 200 Yatch dari even Sail Karimata akan semakin mengangkat nama Lingga. Menjadi distenasi baru wisata layar nasional dan internasional,” tukas Asward. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar