Brankas DPRD yang Dibobol Berisi Uang Gaji Pegawai Tidak Tetap

536
Pesona Indonesia
Brankas DPRD Kepri yang dibobol maling diamankan polisi, Senin (2/5). foto:osias de/batampos
Brankas DPRD Kepri yang dibobol maling diamankan polisi, Senin (2/5). foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Pembobolan brankas keuangan Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau mengakibatkan lesapnya uang Rp 70 juta dan 200 materai. Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Kepri, Kiki yang ditemui saat membuat laporan polisi di Polres Tanjungpinang, menerangkan brankas yang dibobol maling tersebut berisi uang untuk membayar gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang belum dibayarkan pihaknya.

”Karena Sabtu dan Minggu libur, makanya rencananya hari ini (Senin kemarin) kami mau membayarkan gaji mereka. Namun, ternyata brankasnya di bobol maling,” ujar Kiki.

Dikatakan Kiki, uang sebanyak Rp 70 juta yang berada didalam brankas itu baru diambil pihaknya dari bank pada Jumat lalu. Kiki menambahkan yang mempunyai akses itu hanya satu orang.

”Kami tahunya Senin pagi, belum tahu aksi pembobolan brankas tersebut terjadinya kapan. Saya tahunya juga dari Cleaning Service yang berada di kantor (DPRD Kepri),” kata Kiki.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan terhadap para pegawai yang bekerja di kantor DPRD tersebut.

”Pemeriksaan awal kami fokuskan di intern DPRD Kepri dengan memintai keterangan dari petugas Clening Service, Petugas Operator CCTV, dan petugas keamanan yang berjaga di sana,” ujar Andri.

Dikatakan Andri, dari olah TKP yang dilakukan pihaknya, pelaku pencurian diketahui masuk ke gedung tersebut melalui jendela yang berada di bagian samping. Hal itu terlihat dari adanya bekas congkelan di salah satu jendela. Dugaan sementara, brankas yang terbuat dari baja tersebut dibobol dengan menggunakan benda tajam berupa linggis.

”Ada bekas congkelan di salah satu tralis jendela. Pelaku diduga lebih dari satu orang. Brankasnya dibongkar pakai benda tajam. Temuan yang menarik, jendela tidak di kunci dari dalam karena yang rusak hanya teralis,” pungkas Andri.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar