Bupati Menilai KJJ Tidak Layak Beroperasi di Anambas

433
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Pernyataan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengejutkan sejumlah warga Jemaja dan Jemaja Timur yang berharap PT. KJJ beroperasi. Bupati menilai keberadaan KJJ tidak layak beroperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kalau ada pertanyaan layak atau tidak KJJ beroperasi, secara pribadi saya mengatakan tidak layak,” ungkap Haris ketika menjawab pertanyaan dari sejumlah warga Jemaja dan Jemaja Timur di aula kantor Bupati Senin (2/5) pagi.

Alasannya kata Haris, jika KJJ beroperasi maka akan merusak alam terutama hutan di Jemaja dan Jemaja Timur. Sementara itu hutan Jemaja dan Jemaja Timur merupakan tumpuan masa depan masyarakat setempat.

Jika hutan itu ditebang, lanjutnya, sudah tidak ada lagi tanaman besar penyangga sumber air di daerah itu. Meskipun ada upaya dari perusahaan untuk menyulam tanaman lagi tapi itu tidak seperti tanaman yang lama. Apalagi katanya, warga Anambas rata-rata membangun rumah panggung, jika kayu sudah ditebang sekarang, bagaimana dengan nasib anak cucu.

“Itu jawaban saya secara pribadi, tapi secara pemerintah tidak seperti itu, kita tetap mengikuti proses administrasi yang sudah berjalan sekarang,” ungkapnya.

Untuk menanggulagi agar warga tetap mendapatkan lapangan kerja, dirinya menjanjikan masyarakat Jemaja untuk lebih sabar menunggu operasional Bandara Jemaja yang diperkirakan tidak memerlukan waktu lama. “Jika pesawat sudah bisa landing di Jemaja, pastinya akan membuka lapangan kerja,” ungkap Haris.

Haris yakin warga setempat bisa bekerja didalamnya atau minimal bisa memanfaatkannya dari sisi lain seperti mengedepankan ekonomi kreatif. Karena dirinya yakin dengan kemampuan kreatifitas masyarakat Jemaja bisa menjadi kelebihan dalam memanfaatkan peluang itu.

“Warga Jemaja itu banyak memiliki potensi seperti ada yang bisa mengukir dan sebagainya, sehingga itu bisa mendongkrak ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Oleh karena itu pihaknya berharap agar masyarakat bersabar menunggu. Sementara itu dirinya akan berkoordinasi dulu dengan Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Lebih baik bapak ibu sekalian menahan diri dengan mencari kerjaan lain dulu sebelum bandara itu beroperasi. Mohon dimengerti ini merupakan persoalan lama,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar