CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia

1116
Pesona Indonesia
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Pembunuh Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet lantai 5, Senin (2/5/2016) masih sulit diungkap oleh kepolisian DIY. Pasalnya, CCTV yang diharapkan mampu merekam jejak pembunuh ternyata tak berfungsi.

“Inilah penyakitnya di Indonesia, CCTV hanya jadi pajangan saja. Padahal kalau ada peristiwa seperti ini, bisa menjadi bukti penting,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi di lokasi kejadian, Gedung Fakultas MIPA UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, seperti dilansir dari Facebook Divisi Humas Polri, Selasa (3/5/2016).

Hudit berharap, siapa saja yang mengetahui Feby bersama dengan siapa terakhir kali untuk segera memberitahukan kepolisian.

Baca Juga:
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Meski tak terekam CCTV, Hudit masih yakin kepolisian DIY mampu mengungkap kasus ini. Pasalnya, masih ada harapan melacak keberadaan ponsel Feby yang sempat diangkat seorang pria saat teman-teman Feby mengontak Feby ketika masih dinyatakan hilang.

Feby dilaporkan hilang sejak Jumat (29/4/2016). Seblumnya ia pamit pada ibu kosnya pada Kamis (28/4/2016), namun tidak kunjung kembali.

Hudit mengatakan dilihat dari kondisi mayat, Feby diperkirakan meninggal sejak 3-4 hari lalu. “Kondisi jenazah sudah rusak,” ujar Hudit.

Jenazah mahasiswi yang mengambil program studi Geofisika Fakultas MIPA UGM angkatan 2015 itu masih berada di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Sardjito dalam proses autopsi.

“Kita masih telusuri, namun dugaan sementara memang dibunuh karena ada bekas jeratan tali di leher,” ujar Hudit di lokasi kejadian, Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (nur/jpgrup)

Respon Anda?

komentar