Dilantik Besok, Masyarakat Berharap, Hamid Rizal Bisa Majukan Natuna

691
Pesona Indonesia
Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Natuna. foto:aulia rahman/batampos
Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Natuna. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Natuna yang dijadwalkan pada Rabu (4/5) besok, akan dihadiri sejumlah pejabat teras Natuna. Saat ini sejumlah pejabat Pemkab Natuna sudah tidak berada di tempat.

“Pak Sekda (Syamsurizon,red) tadi pagi sudah berangkat ke bandara untuk hadiri pelantikan Bupati di Tanjungpinang,” ujar ajudannya di kantor Bupati Natuna, Senin (2/5).

Tidak hanya itu, sejumlah anggota DPRD Natuna sudah ramai berangkat ke Tanjungpinang untuk menghadiri pelantikan Bupati terpilih. Diantaranya Ketua DPRD Natuna Yusripandi dan sejumlah anggota DPRD.

Jadwal pelantikan Bupati Natuna terpilih juga sudah terdengar dimasyarakat. Banyak harapan terpilihnya Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti sebagai kepala daerah, salah satunya dapat memajukan Natuna selama lima tahun memimpin.

Bahkan Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Natuna Suryanto mengatakan, saat ini pemerintah daerah tidak semestinya berharap penuh pada penerimaan DBH migas. Namun bisa memulai menggenjot sumber daya alam kelauatan dan perikanan serta pariwisata.

Menurut Suryanto, tren dana perimbangan tidak stabil. Buktinya, anjloknya dana bagi hasil migas menyebabkan daerah mengalami defisit anggaran secara signifikan ditahun 2015 lalu. Kemudian berdampak pada roda pemerintahan dan ekonomi daerah. Serta berimbas pada tingginya inflasi.

“Di tahun 2015 lalu, defisit APBD mencapai Rp 500 miliar. Pembangunan terhambat, ekonomi masyarakat lumpuh, dan timbulnya hutang mencapai ratusan miliar pada pihak ketiga,” sebut Suryanto.

Pengakuan segelintir masyarakat Natuna, hingga saat ini ekonomi masyarakat belum stabil. Masih banyak kalangan pelaku usaha mengeluhkan rendahnya daya beli masyarakat. Kondisi hingga menyentuh pedagang ikan di pasar tradisional Ranai.

“Sekarang harga ikan murah, tapi yang belinya masih saja cerewetnya mikir mikir,” tutur Zuan pedagang ikan di Ranai.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar