Feby Kurnia: I’m fine here mam…

4894
Pesona Indonesia
Feby Kurnia bersama sang bunda. Foto: instagram
Feby Kurnia bersama sang bunda. Foto: instagram

batampos.co.id – Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA UGM asal Batam yang ditemukan meninggal di toilet lantai 5 kampusnya, Senin (2/5/2016) adalah alumni SMKN 1 Batam.

Feby mulai kuliah di UGM sejak Agustus 2015 lalu. Tak lama setelah ia masuk UGM, Feby melalui akun Facebooknya masih sempat merespon sapaan guru dan teman-temannya dari SMKN1 Batam.

Pada 27 Agustus 2015 pukul 08.16, guru SMKN1 Batam, Mia Asmiati sempat menyapa Feby. “how are dear?” tulis sang guru.

Feby meresponnya dengan menjawab: “I’m fine here mam…”

Di hari yang sama, Jasmar Rafli juga sempat menyapa Feby. “Selamat ya febi ….JS mhs UGM semoga sukses selalu,” tulis Jasmar.

Feby membalasnya, ” Iya terimakasih pak jasmar…

Di akun facebooknya, Feby terakhir kali mengunggah foto pada 25 Agustus 2015. Di foto itu ia tampak sedang berada di suatu acara. Ia berfoto bersama seorang temannya.

Beberapa temannya yang lain di facebook juga mengucapkan selamat karena telah berhasil masuk di UGM.

Baca Juga:
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Feby memang dikenal anak yang cukup cerdas selama di SMKN 1 Batam. Ia juga dikenal baik dan mudah bergaul.

Begitupun di kampusnya di UGM. Dekanan Fakultan MIPA UGM melalui Humas UGM Dr Iva Ariani, juga mengenal Feby sebagai sosok mahasiswi yang baik. “Dia anak yang baik,” ujarnya.

Feby dilaporkan hilang sejak Jumat (29/4/2016). Seblumnya ia pamit pada ibu kosnya pada Kamis (28/4/2016), namun tidak kunjung kembali.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi mengatakan dilihat dari kondisi mayat, Feby diperkirakan meninggal sejak 3-4 hari lalu. “Kondisi jenazah sudah rusak,” ujar Hudit.

Jenazah mahasiswi yang mengambil program studi Geofisika Fakultas MIPA UGM angkatan 2015 itu masih berada di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Sardjito untuk diautopsi.

“Kita masih telusuri, namun dugaan sementara memang dibunuh karena ada bekas jeratan tali di leher,” ujar Hudit di lokasi kejadian, Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (nur/jpgrup)

Respon Anda?

komentar