Guru SMP di Lingga Tewas Tersengat Listrik

512
Pesona Indonesia
Ilustrasi mayat.
Ilustrasi mayat.

batampos.co.id – Syamsir, 30, guru honorer Pemkab Lingga yang bertugas di Desa Penuba, Kecamatan Selayar, meregang nyawa setelah tersengat listrik di komplek perumahan guru SMP 04 Desa Penuba yang ditempatinya, Minggu, sekitar pukul 21.30 WIB. Syamsir meninggalkan satu orang anak kandung yang masih berumur 4 bulan dan seorang istri.

Kejadian maut itu bermula ketika Syamsir hendak mengganti aliran listri dari genset ke aliran PLN setelah pemadaman bergilir selesai. Kejadiannya sangat cepat dan tidak disadari Syamsir tangan kanannya tersengangat listrik dari aliran PLN yang telah menyala ketika hendak mencabut colokan genset dari rumahnya.

Mengetahui kejadian itu, istri Syamsir langsung memanggil warga sekitar dan akhirnya Syamsir dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun nasib berkata lain, Syamsir menghembuskan nafas terakhir sebelum sampai ke Puskesmas tersebut.

Selama ini, warga Desa Penuba masih mengalami pemadaman bergilir karena mesin yang digunakan PLN belum mampu mencukupi kebutuhan beban puncak desa tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Staf Adminitrasi PLN Rayon Dabo Singkep, Mazli mengatakan, mereka masih menunggu PLN Tanjungpinang untuk pengadaan mesin baru.

“Setelah mesin pembangkit di Penuba rusak, kami menggunakan mesin dari Desa Marok Tua,” ujar Mazli ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/5) pagi.

Menurut Mazlil, mesin tersebut mampu memenuhi kebutuhan Listrik Desa Penuba namun tidak pada beban puncak pada malam hari. Sehingga listrik akan menyala terus mulai pukul 24.00 WIB hingga pagi.

Mengenai kejadian tragis tersebut, Mazli mengaku belum mendapat kabar pasti kronologis kejadian yang menimpa Syamsir. Untuk lebih lanjut, Mazli akan melakukan koordinasi dengan kecamatan agar mendapat kabar yang jelas.

“Kami belum mengetahui kejadian tersebut secara pasti, selama ini kami juga terus berkoordinasi dengan Camat Selayar,” ujar Mazli. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar