Jelang Musim Hujan, DPRD Batam Minta Pemerintah Perbaiki dan Normalisasi Drainase

355
Pesona Indonesia
Mobil dan motor menerobos banjir yang terjadi di Jalan R Suprapto, pas depan Perumahan Buana Raya, Sagulung, Selasa (26/4) lalu. Akibat drainase yang buruk beberapa ruas jalan menjadi banjir jika turun hujan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Mobil dan motor menerobos banjir yang terjadi di Jalan R Suprapto, pas depan Perumahan Buana Raya, Sagulung, Selasa (26/4) lalu. Akibat drainase yang buruk beberapa ruas jalan menjadi banjir jika turun hujan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam minta Pemko Batam untuk memperbaiki dan melakukan normalisasi drainase menjelang musim hujan. Ini untuk mengurangi genangan di sejumlah jalan raya setiap kali turun hujan.

“Ini sudah masuk musim penghujan. Kalau kita berkeliling Batam, maka akan sangat banyak titik jalan raya yang tergenang air hujan,” kata Werton Panggabean, anggota komisi III DPRD Kota Batam, Senin (2/5).

Werton mengatakan kebanyakan titik banjir di jalan raya karena drainase tak terawat. Bahkan ada juga jalan yang masih belum ada drainasenya. Misalnya di depan perumahan Aster Raya Batuaji. Yang paling parah adalah jalan raya di depan Perumahan Putri Tujuh Batuaji.

“Kalau hujan sebentar saja, maka setengah badan jalan sudah banjir. Air pun sangat lama surut. Itu karena drainase mampet di sana,” katanya.

Demikian halnya parit di sekitar rumah sakit umum daerah Embung Fatimah sampai parit dekat sekolah putra Batam juga sering mampet. Parit itu banyak dipenuhi sampah.

“Kesadaran masyarakat juga sangat penting. Jangan lagi membuang sampah sembarangan ke parit,” katanya.

Sementara itu, Kabaghumas Pemko Batam Ardiwinata mengatakan bahwa masalah penanganan titik banjir ini menjadi salah satu prioritas Pemko Batam. Di mana sudah banyak titik banjir yang berkurang.

“Dinas Kebersihan, Dinas PU dan Dinas Tata Kota bekerja keras untuk mengurangi banjir di Batam. Dan pelan-pelan sudah berkurang,” katanya.

Menurut Ardi, saat ini sudah banyak pengerjaan dan pembangunan parit mulai dilakukan. Terlebih parit atau drainase yang ada di pemukiman penduduk.

“Jangan sampai pemukiman terendam banjir. Makanya infrastruktur di kecamatan dan kelurahan terus ditingkatkan,” katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar