Kondom Ditemukan di Taman Laman Bunda, Walikota Berang

532
Pesona Indonesia
Ditemukan alat kontrasepri di Taman Laman Budaya Tepi laut Tanjungpinang, Senin (2/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Ditemukan alat kontrasepri di Taman Laman Budaya Tepi laut Tanjungpinang, Senin (2/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Petugas kebersihan Kota Tanjungpinang menemukan alat kontrasepsi atau kondom dan juga alat semacam alat hisap sabu (Bong) di Taman Laman Bunda yang baru diresmikan awal tahun 2016.

“Kondom bekas itu teman saya yang menemukan Selasa (26/4) ,” ujar warga yang menyaksikan langsung penemuan kondom, Rizal, Senin (2/5).

Tidak hanya menemukan kondom, kata dia, petugas juga pernah menemukan sejumlah plastik bening yang mirip dengan kemasan narkoba jenis sabu. “Penemuan kondom ini sudah kali keduanya, tapi sebelumnya mereka juga pernah menemukan kantong plastik transparan mirip kantong sabu,” tuturnya.

Dia menduga, perilaku tersebut terjadi karena kurangnya penerangan di Taman Laman Bunda tersebut. “Di taman itu yang ada lampu cuma bagian depan saja,” ujarnya. Selain itu, kata dia, kurangnya pengawasan dari pihak terkait juga memberi andil terjadinya perilaku tidak terpuji itu. “Taman tersebut harus kembali ke peruntukkannya, yaitu untuk menikmati keindahan alam. Bukan tempat maksiat,” ujarnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Tanjungpinang segera memasang lampu untuk menerangi Taman Laman Bunda. Serta mengawasi dengan lebih ketat.

Ketika dikonfirmasi Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah terlihat berang. Saat itu dia lantas mempertanyakan kinerja Satpol PP Kota Tanjungpinang yang seharusnya melakukan pengawasan selama 24 jam di Taman Laman Bunda. Dia sangat kecewa dengan kinerja Satpol PP, karena merasa kecolongan dengan kejadian tersebut.

“Kalau Taman Laman Bunda yang kecil itu saja tidak bisa ditangani. Kasatpol dan Kabidnya pakai rok saja,” ujar Lis.

Lis melanjutkan, hal-hal yang telah menjadi tugas pokok seharusnya tidak perlu diingatkan kembali. “Masak harus saya yang turun tangan,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar