Pejabat Juga Mesti Piawai Menulis

480
Pesona Indonesia
Sebanyak 60 Pejabat Struktural Eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, mengikuti pelatihan menulis. foto:fatih/batampos
Sebanyak 60 Pejabat Struktural Eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, mengikuti pelatihan menulis. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Kerja-kerja administratif maupun pelayanan pada masyarakat bukan hal yang asing bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Terutama bagi mereka yang sudah menapak di jabatan struktural eselon IV. Namun, bagaimana jikalau diminta menulis? Inilah materi baru yang diberikan kepada 60 Pejabat Struktural Eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV, di Hotel CK Tanjungpinang, Senin (2/5) kemarin.

Oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, Ramon Damora, seluruh peserta yang terdiri dari ASN di pelbagai bidang kerja diminta menulis artikel lepas. Mengapa ASN juga wajib memiliki kepiawaian menulis? Ramon teringat kalimat sastrawan Pramoedya Ananta Toer dalam roman Rumah Kaca.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Karena itu, agar tak hilang, ASN hari ini sudah semestinya piawai menulis,” kata pria yang juga Ketua Yayasan Jembia Emas Batam Pos Group ini.

Menggaet tema besar integritas, Ramon mengajak seluruh peserta menuangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan. Tidak perlu banyak, katanya. Cukup satu-dua lembar saja. Namun, lantaran belum terbiasa merutinkan aktivitas menulis dalam kegiatan sehari-hari, terlihat ketergopohan peserta kala mulai menulis artikel.

“Aku itu sudah tahu apa yang hendak aku tulis. Tapi payah betul nak mindahkan dari dalam kepala ke laptop,” ungkap Dedi, salah seorang peserta.

Kurang lebih tiga jam waktu yang diberikan, seluruh peserta diminta sudah rampung menuliskan sebuah artikel. Ada beberapa dari mereka yang, kata Ramon, sudah terlihat berhasil menyampaikan gagasannya mengenai ASN dan bahkan layak terbit di media massa. Taopi, tak sedikit pula yang mesti banyak berlatih. Menurut Ramon, ini merupakan hal yang biasa lantaran memang belum terbiasa.

“Tulis dari yang paling dekat. Karena bapak dan ibu ini pegawai, tulis tentang pegawai. Tidak banyak yang tahu ragam bahasa tentang kepegawaian, seperti apa itu pamong, apa itu praja, dan banyak istilah lain,” ujar Ramon, coba membantu peserta yang belum jua berhasil merampungkan artikelnya.

Dikemas dalam suasana yang santai dan akrab ditingkahi dialog aktif, materi pelatihan menulis pada Diklatpim Pejabat Struktural Eselon IV diharapkan dapat diserap dengan baik. Sehingga ke depannya, setelah rampung mengikuti serangkaian kegiatan panjang ini, para ASN mampu menulis sebagai bagian dari integritasnya dalam melayani publik dengan memberikan informasi terbaik.

Hal ini diakui oleh Rina Dwi Lestari, penaja Diklatpim Pejabat Struktural Eselon IV dari Badan Kepegawaian Daerah. Bila sebelumnya, kegiatan-kegiatan sejenis ini hanya melibatkan komunikasi satu arah dari narasumber, kali ini, Rina menginginkan sesuatu yang berbeda. “Lebih inovatif, istilahnya. Jangan dari tahun ke tahun hanya begitu,” ujarnya.

Karena itu, ia memasukkan materi pelatihan menulis pada sesi Diklatpim ini. Dengan memiliki keterampilan menulis, Rina menginginkan, seluruh ASN di lingkungan Pemprov Kepri dapat berkontribusi lebih banyak melalui siaran yang dibuat dalam bentuk tulisan. Kata dia, tidak melulu dalam bentuk surat pemberitahuan. “Kalau misalnya ada pengumuman atau penjelasan dapat ditulis dalam gaya yang lebih menarik, sehingga dapat segera dipahami oleh yang membaca,” jelasnya.

Inovasi memasukkan materi pelatihan menulis, sambung Rina, hanya satu dari sekian inovasi dalam kegiatan Diklatpim Pejabat Struktural Eselon IV di lingkungan Pemprov Kepri tahun ini. Masih ada banyak kegiatan pembaharuan agar prosesi Diklatpim bisa berlangsung lebih menyenangkan dan memberikan hasil optimal bagi pesertanya.

“Kini sudah waktunya juga bagi ASN memiliki jiwa inovatif dalam bekerja,” pungkas Rina. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar