Pelabuhan Kargo Segera Dipindahkan ke Pelabuhan Parit Rampak

954
Pesona Indonesia
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kargo Taman Bunga.  foto:tri haryono/batampos
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kargo Taman Bunga. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Karimun H Aunur Rafiq mengatakan, dalam jangka waktu tiga bulan mendatang pelabuhan kargo yang berada di Pelabuhan Taman Bunga akan dipindahkan ke Pelabuhan Parit Rampak yang dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun. Setelah dilakukan pertemuan, antara pihak KSOP Tanjungbalai Karimun, PT Pelindo cabang Tanjungbalai Karimun, Dinas Perhubungan Karimun dan BUP Karimun.

”Jadi semua sepakat, Pelabuhan Taman Bunga (pelabuhan kargo) akan dipindahkan ke Pelabuhan Parit Rampak tiga bulan mendatang. Tepatnya, setelah lebaran setelah dilakukan perbaikan nantinya oleh pengelola pelabuhan BUP Karimun,” jelasnya, di rumah dinas Bupati Karimun, kemarin (2/5).

Nantinya, Pelabuhan Taman Bunga akan dialihfungsikan menjadi pelabuhan penumpang untuk international. Sehingga, pelabuhan domestik untuk jalur kedatangan dan keberangkatan akan dipisahkan. Dimana selama ini masih satu tempat, supaya kapal-kapal yang masuk tidak terjadi antrian yang memakan waktu sekitar 20 menit.

” Nanti, semuanya diatur baik para pekerja buruh yang ada di Pelabuhan Taman Bunga dengan Pelabuhan Parit Rampak. Sedangkan, regulasi juga akan didudukan satu meja. Dimana, Pelabuhan Parit Rampak masuk dalam wilayah FTZ,” ungkapnya.

Sedangkan dari pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun Kasi Lala dan Usaha Kepelabuhan M Yusuf mengungkapkan, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan kargo Taman Bunga sudah tidak memungkinkan lagi saat ini. Mengingat, situasi kondisi wilayah maupun mobilitas bongkar muat yang terus meningkat.

”Ini sudah menjadi pekerjaan rumah (PR) kita semua yang bergerak di bidang kepelabuhanan. Jangka waktu yang telah disepakati, dalam upaya pemindahan sudah dimulai saat sekarang ini baik secara administrasi maupun teknis,” tuturnya.

Sementara untuk standar kedalaman ada 6 meter, mulai sekarang sudah mulai dilakukan rekondisi fasilitas yang ada di Pelabuhan Parit Rampak. Nanti akan turun tim teknis dari Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Kelautan yang akan melakukan pengecekan apakah sudah layak atau belum.

”Nanti tim teknis yang melakukan pengecekan. Pokoknya, aktivitas terminal bongkar muat di Pelabuhan Parit Rampak harus memenuhi standar yang telah ditentukan. Intinya, bagaimana kolaborasi antara Pemda Karimun dan Pemerintah Pusat dalam mengelola sumber daya alam di Karimun dalam bidang kemaritiman ,” ujarnya.

Ditempat yang sama Dirut BUP Karimun Indrawan Susanto, optimis pihaknya akan mempersiapkan inftrastruktur sesuai standar nasional. Seperti, ponton maupun fasilitas pendukung lainnya. Sehingga, dapat dimaksimalkan Pelabuhan Parit Rampat nantinya.

”Saat ini sudah ada beberapa fasilitas yang telah diperbaiki. Tinggal arahan dari pihak-pihak terkait, perlu penambahan apa saja di Pelabuhan Parit Rampak,” katanya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar