PT Telkom Kehilangan 5 Kilo Meter, Pencuri Kabel Beraksi di 50 Lokasi

1354
Pesona Indonesia
Kapolsek Bengkong AKP Hedrianto dan pihak Telkom mengekspos pencurian kabel di Mapolsek Bengkong yang dilakukan lima tersangka sebanyak 50 tempat kejadian perkara, Senin (2/5/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Kapolsek Bengkong AKP Hedrianto dan pihak Telkom mengekspos pencurian kabel di Mapolsek Bengkong yang dilakukan lima tersangka sebanyak 50 tempat kejadian perkara, Senin (2/5/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pihak PT Telkom mengaku telah kehilangan kabel sepanjang 5 kilometer (km). Kabel udara dan kabel tanah tersebut dicuri di berbagai wilayah seperti Bengkong, Sekupang, Batuaji, dan Sagulung.

General supoort PT Telkom, Nofril mengatakan pihaknya mencatat sedikitnya 50 lokasi pencurian kabel. Hal itu diketahui dari keluhan masyarakat pengguna Telkom.

“Banyak sekali masyarakat mengeluh dan pelayanan kami terganggu,” ujar Nofril di Mapolsek Bengkong, Senin (2/5/2016) siang.

Dia menambahkan dalam satu lokasi, biasanya pencuri tersebut memotong kabel sepanjang 80-100 meter. Dengan demikian, pihaknya mengalami kerugian mencapai puluhan juta Rupiah.

“Biasanya pencuri akan mengambil tembaga di dalam kabel dan dijual. Kalau kabel yang di dalam tanah ada bajanya dan bisa dijual juga,” tuturnya.

Nofril juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas para pencuri kabel ini. “Kalau bisa diberi hukuman setimpal. Karena ini barang milik negara,” paparnya.

Sementara itu, Sat Reskrim Polresta Barelang dan Polsek Bengkong mengamankan lima pencuri kabel PT Telkom, Legiman Butar Butar, Rizki Akbar Olivier, Rizal Nugraha, Ari Wardani, dan Dodi Alexsus Ginting. Empat pelaku ditembak kecuali Dodi yang diketahui sebagai penadah barang curian tersebut.

Ari Wardani, otak pencurian itu mengaku mencuri akibat tak mempunyai pekerjaan. Tembaga kabel itu dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilogram.

“Saya belajar sama teman. Biasanya jalan malam hari dengan membawa gunting,” ujarnya.

Sementara itu, Dodi mengaku barang curian itu akan dijual kembali dengan harga Rp 53 ribu perkilogram. Ia menampung kabel dan temmbaga itu dikawasan Batuaji.

“Ada yang ngambil (beli) lagi. Saya gak tahu buat apa,” tuturnya. (opi/bp)

Respon Anda?

komentar