Transportasi Laut yang Sering Rusak Mengganggu Pariwisata Lingga

610
Pesona Indonesia
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lingga, H M Asward, mengatakan, rusaknya armada transportasi laut di Lingga menggagu aktifitas pariwisata. Jadi menurutnya kapal feri yang sering rusak sudah sepatutnya diganti dengan armada yang baru.

Dikatakan Asward, transportasi laut mejadi satu-satunya akses masuk Kabupaten Lingga. Konektivitas ini jugalah yang menjadi penunjang pariwisata. Namun, soal kenyamanan, keamanan dan pelayanan yang ada, terang Asward, mau tidak mau harus segera dibenahi. Apalagi kerusakan yang terjadi sejak 2016 ini, mengganggu jalannya pariwisata Lingga.

“Sudah wajib diganti armada yang baru. Atau kita minta saja operator lain yang melayani. Jadwal keberangkatan dan kedatangan juga wisatawan yang ingin datang ke Lingga terganggu,” ungkap Asward, Senin (2/5) pagi.

Diakui Asward, feri yang ada saat ini tidak sama sekali memberikan kenyamanan. Transportasi antar pulau tersebut, tidak hanya digunakan mengangkut orang, namun menjadi jalur barang-barang baik hasil pertanian maupun hasil laut masyarakat.

“Haruslah segera dibenahi, operator yang lebih layak dan nyaman. Ini akan menunjang pariwisata,” sambung Ardi.

Sampai berita ini ditulis, kerusakan armada Lingga Permai masih terjadi. Rute Lingga pun harus dilayani satu armada dengan jadwal pulang-pergi dan mengganggu jadwal keberangkatan maupun kedatangan. Hal ini membuat penumpang Batam menumpuk di Jagoh yang tiba pukul14.30 WIB. Namun kapal dari Tanjungpinang baru sampai ke Jagoh pukul 18.00 WIB dan sampai ke Tanjung Buton pukul 19.00 WIB. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil kebijakan agar persoalan ini tidak terus berlanjut yang merugikan waktu dan pelayanan bagi warga Lingga dan wisatawan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar