Berantas Aksi Kejahatan di Bengkulu Mahasiswa Ikut Proaktif

1132
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Aksi kejahatan yang kerap terjadi di wilayah Binduriang Kabupaten Rekang Lebong, menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa Lembak. Dengan keinginan kuat untuk dapat berperan memberantas aksi kejahatan yang kerap terjadi, para mahasiswa ini mendatangi Wakil Gubernur Dr. Drh. Rohidin Mersyah, MMA.

Pertemuan itu berlangsung kemarin siang (3/5), di Kantor Pemprov Bengkulu. Pada kesempatan itu, mahasiswa asal Lembak yang dimotori Lian menyampaikan mereka meminta arahan. Khususnya terkait penyelesaian permasalahan di kawasan yang dikenal rawan tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan rasa kekeluargaan tersebut, Rohidin menitikberatkan pada peran serta masyarakat lokal di sana untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini terjadi. Menurutnya, peran aktif dari mahasiswa asal Lembak untuk ikut merubah kultur budaya sehingga menjadi baik dan sehat.

“Yang kita tahu masyarakat di Lembak itu sangat religius dan syarat dengan budaya. Namun sekarang sudah tergerus dengan aksi kejahatan seperti begal, kekerasaan. Terbaru ada kasus pemerkosaan yang dilakukan 14 pemuda terhadap pelajar. Maka dari itu, tugas mahasiswa asal Lembak bagaimana mereka harus mengembalikan kultur seperti dahulu,” ungkap Rohidin.

Rohidin mengungkapkan, mahasiswa asal Lembak tentu akan bisa langsung bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Mereka bisa langsung melakukan kegiatan yang dapat mengubah pola pikir agar tidak melakukan kejahatan dapat dilakukan dengan mudah dibanding jika dilakukan oleh orang lain.

“Bisa melakukan kegiatan-kegiatan apa saja misalnya menempelkan spanduk yang bertuliskan menolak kejahatan begal dan sebagainya. Ditempeli langsung oleh tokoh masyarakat di sana, yang berartikan masyarakat menolak aksi kekerasaan tersebut,” saran Rohidin.

Sementara itu, ketua Himpunan Mahasiswa Lembak, Lian kemarin mengungkapkan bahwa tidak semua orang Lembak adalah jahat semua, menurutnya, dengan adanya kejadian kejahatan merupakan sebuah ulah dari oknum tertentu. Maka dari itu, jika pemikiran dari masyarakat bahwa kawasan tersebut rawan, maka hal tersebut tidaklah benar.
“Yang dilakukan disana adalah ulah oknum, tidak bisa kita sebut semua orang lembak itu jahat dan sebagainya,” tegasnya.

Disisi lain, Rohidin juga membahas terkait dengan kejadian yang menimpa pelajar yang masih dibawah umur, Yyn (14) yang diperkosa oleh 14 orang hingga tewas. Saat ini kasusnya tengah menjadi sorotan nasional.

Untuk itulah, dengan kedatangan dari mahasiswa ke ruang kerjanya juga disampaikan bahwa mahasiswa juga dapat berperan ikut serta mencegah jangan sampai kejadian ini terjadi lagi di masa mendatang. “Mahasiswa juga bisa memberikan bimbingan kepada masyarakat di sana,” kata Rohidin.(JPG)

Respon Anda?

komentar