Bupati Anambas Melarang PT KJJ, Warga Justru Minta Beroperasi

544
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Silang pendapat antara Bupati Anambas Abdul Haris dengan warga Jemaja dan Jemaja Timur terkait rencana PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) yang akan beroperasi lagi untuk mengembangkan penanaman dan pengelolaan perkebunan karet di dua wilayah tersebut.

Dalam pertemuan dengan warga di Aula Kantor Bupati Anambas, Senin (2/5) bupati melarang perusahan tersebut beroperasi dengan alasan akan merusak alam terutama hutan wilayah Jemaja dan Jemaja Timur. Sementara hutan di daerah itu merupakan tumpuan masa depan masyarakat setempat.

”Secara pribadi saya katakan perusahaan itu tidak layak beroperasi lagi karena bisa merusak alam. Kalau kayunya ditebang terus, bagaimana dengan nasib anak cucu kita nanti,” kata Haris dihadapan warga Jemaja dan Jemaja Timur di Aula Kantor Bupati Anambas, Senin (2/5) pagi.

Sementara warga Jemaja dan Jemaja Timur berharap pemerintah mengizinkan PT KJJ beroperasi kembali karena dengan beroperasinya perusahaan itu mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang jelas.

”Kami minta pak bupati mengizinkan kembali perusahaan itu melakukan aktivitasnya, karena dengan begitu kami bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Muharani warga Jemaja Timur. Dengan bekerja di perusahaan perkebuhan karet itu lagi kata Muharani, warga memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.

”Selama ini kami mau utang belanja di warung saja, orang tak percaya. Kami merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua LAM Desa Kuala Maras, Aspar meminta kebijaksanaan bupati dalam memutuskan persoalan ini dan sekaligus memberikan petunjuk jika dalam hal ini masih ada kendala.

”Kalau ditolak, katakan tolak secara resmi agar kami tidak terlalu berharap kepada perusahaan itu,” kata Aspar. Sementara itu manajer operasional PT KJJ, Danu mengaku untuk saat ini harga karet masih relatif murah, sehingga perusahaan belum mendapatkan keuntungan.”Keuntungan perusahaan itu tergantung pada harga karet,” katanya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar