Dianti: Saat Tak Pulang Saya Pikir Tidur, Ternyata Dibunuh

984
Pesona Indonesia
Dianti (kanan), sepupu Feby, Riski Dwi Lestari (kiri) teman seangkatan korban. Foto: eggi/batampos.co.id
Dianti (kanan), sepupu Feby, Riski Dwi Lestari (kiri) teman seangkatan korban. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dianti Siregar, sepupu sekaligus satu kos Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA UGM yang dibunuh petugas kebersihan kampus dan ditemukan Senin (2/5/2016) lalu di toilet lanai 5 kampus pasca sarjana, tak kuasa menahan tagis saat Feby dimakamkan di TPU Taman Langgeng, Seipanas, Rabus (4/5/2016).

Dianti yang kuliah S2 di UGM jurusan Geografi, tampak begitu terpukul. Ia paham betul Feby sosok anak yang rajin, pintar, dan rajin salat. Ia tak memiliki musuh.

“Hari Kamis (28/5/2016), Feby berangka ke kampus pukul 07.00. Seperti biasa tak ada keanehan, ternyata itu hari terakhir dia,” ujar Dianti sesegukan di pemakaman Feby.

Ibu kosnya kemudian memberitahukan kalau Feby tidak pulang. “Langsung saya telepon, tapi tak diangkat. Biasanya kalau dia tak pulang (belajar di rumah teman kuliahnya, red) pasti ngabarin,” ujar Dianti.

Kendati begitu, Dianti tak curiga. Saya pikir dia tidur (di tempat temannya, red). Jadi saya sms, tapi tak dibalas juga, disitu mulai curiga, lalu saya kabari bibi saya (ibu Feby) di Batam,” kata Dianti.

Dianti bersama teman-teman Feby kemudian melapor ke rektorat dan menyebarkan pesan ke jejaring sosial ketika Feby tak pulang-pulang dan balasan pesan singkat yang diterima ibunya di Batam berbeda dengan rangkaian kata, cara penulisan dari kebiasaan Feby.

Barulah pada Senin sore (2/5/2016), Feby ditemukan meninggal di toilet kampus UGM di lantai 5. Karena sudah meninggal empat hari, jenazah Feby saat ditemukan sudah bengkak.

Dianti berharap pembunuh sepupunya itu dihukum berat sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Riski Dwi Lestari, teman seangkatan Feby yang ikut pulang ke Batam mengatakan, pagi itu (Kamis), Feby lagi ada mata kuliah fisika.

“Feby memang mahasiswi yang rajin,” ujar Dwi yang juga orang Batam.

Dwi mengaku kaget ketiga Senin sore (2/5/2016) mendapat kabar Feby ditemukan meninggal.

“Ternyata benar, Feby meninggal, kami semua kehilangan,” katanya. (eggi/nur)

Baca Juga:
> Keluarga Feby Tak Puas dengan Hasil Autopsi RSUP Dr Sardjito
> Dengan Derai Air Mata, Ayah Feby Cium Peti Jenazah Anaknya
> Jenazah Feby Tiba di TPU Taman Langgeng, Walikota Batam Turut Berduka
> Jenazah Feby Langsung Disalatkan dan Bersiap Dimakamkan
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Rumah Duka Disambut Derai Air Mata
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Batam, Dimakamkan di TPU Seipanas
> Direskrimum Polda DIY Benarkan Pembunuh Mahasiswi UGM Feby Kurnia Sudah Ditangkap
> Feby Kurnia Dicekik hingga Tewas, Bukan Dijerat Tali
> Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Respon Anda?

komentar