Jumaga Imbau Pemprov Sudahi Polemik

576
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengimbau agar seluruh jajaran elit Pemerintah Provinsi Kepri tidak larut dalam polemik-polemik yang mungkin berkembang dan bisa mempengaruhi kinerja pemerintahan. “Sudah sepatutnya, seluruh jajaran elit itu menjaga stabilitas agar tetap harmonis demi pembangunan Kepri,” kata Jumaga, kemarin.

Sebaga ahli di bidang hukum, Jumaga melihat, semestinya dalam mengurus suatu daerah, stabilitas dan harmoni adalah sebuah keharusan. Azas gotong-royong dan bahu-membahu juga tidak boleh ditinggalkan. Menjadi profesional itu mesti. “Ada waktunya mengganti seseorang, ada waktunya memindahkan seseorang. Semua harus diikuti berdasarkan kepentingan kemajuan pembangunan Kepri. Bukan karena kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” kata politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini.

Karena itu, Jumaga meminta kepada Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bisa lekas menarik tuas agar polemik-polemik yang selama ini berkembang tidak berkelanjutan dan malah melebar-lebar.

“Cepat tarik permasalahan. Handle semua. Berikan statemen tegas. Kan selesai barang itu. Jangan digantung-gantung pula. Akhirnya kesempatan orang lain masuk dengan membentuk opini-opini dan malah bikin suasana memanas,” kata Jumaga.

Secara lisan, Jumaga bahkan mengakui sudah pernah memperbincangkan hal ini dengan Nurdin Basirun. Menurutnya, itu sah-sah saja. Lantaran DPRD Provinsi Kepri adalah lembaga legislatif yang menempel fungsi pengawasan di dalamnya.

“Ya berhak memberikan masukan-masukan apabila ada kekurangan-kekurangan. Jangankan memberikan masukan, memberi jempol dua pun berhak kalau oke bagus. Tugas dewan itu kan,” terang Jumaga.

Sekali lagi Jumaga mengingatkan bahwasanya polemik yang dipelihara tidak pernah akan punya dampak baik pada proses pembangunan daerah. “Langsung maupun tidak langsung pasti memengaruhi kinerja seseorang, karena tidak konsentrasi lagi kan. Akhirnya tidak konsen melaksanakan tugas,” ujar Jumaga.

Beberapa waktu terakhir, ada kabar tak sedap yang berembus di elit Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akhir-akhir ini. Konon, telah terjadi disharmonisasi antara Plt Gubernur Nurdin Basirun dengan Reni Yusneli yang kini didapuk sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemprov Kepri, sepeninggalan mendiang Robert Iwan Loriaux di masa pengabdiannya.

Angin tak sedap ini kian berembus kencang manakala di sejumlah kegiatan, Nurdin kerap terlihat tak didampingi Reni. Padahal, ada beberapa agenda yang menuntut kehadiran Reni, selaku motor pemerintahan Pemprov Kepri, namun pejabat perempuan ini tak menampakkan batang hidungnya. Pemandangan semacam ini yang terus berulang menimbulkan stigma ada disharmonisasi antara Nurdin dan Reni. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar