Keluarga Feby Tak Puas dengan Hasil Autopsi RSUP Dr Sardjito

1395
Pesona Indonesia
Ibu Feby, Nurcahaya Ningsih, dipapah keluarganya saat menghadiri pemakaman putri tercintanya. Foto: eggi/batampos.co.id
Ibu Feby, Nurcahaya Ningsih, dipapah keluarganya saat menghadiri pemakaman putri tercintanya. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Hasil autopsi tim forensik RSUP Dr Sardjito yang menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Febi membuat keluarga Feby tak puas.

Paman Feby, Anto Suprapto menilai, pihak rumah sakit tidak memberikan data yang detail.

“Tak mungkin dia meninggal karena dicekik saja. Foto yang saya temukan pertama kali ditemukan darah dari kepala korban,” ujar Anto usai pemakaman Feby di TPU Taman Langgeng Seipanas, Rabu (4/5/2016).

Seharusnya, kata Anto, menjelaskan secara transparan kepada pihak keluarga, sehingga keluarga tahu persis.

Sebelumnya Ketua tim forensik Rumah Sakit Sardjito, dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, menepis luka di leher yang menyerupai jeratan leher. Menurutnya, itu bukan bekas jeratan tali tapi lipatan leher yang membengkak karena jenazah sudah membusuk sehingga menyerupai jeratan tali.

“Kondisi jenazah yang sudah membusuk dan bengkak terlipat, sehingga tampak seperti luka jeratan,” ujar dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, seperti dilansir RRI. Bahkan, tim forensik juga menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Feby.

Namun polisi yang mengevakuasi jenazah Feby di toilet lantai 5 gedung pasca sarjana UGM sedari awal berkeyakinan kalau Feby dibunuh.

Dugaan itu benar, Feby dibunuh petugas kebersihan kampus bernama R Eko Agus Nugroho (26). Eko menghabisi nyawa Feby pada Kamis sore (28/4/2016).

Eko dibekuk polisi di Sleman, Selasa sore (3/5/2016) mengaku ke polisi kalau ia membunuh Feby dengan cara dicekik. Namun polisi masih mengorek informasi karena jika hanya dicekik, Feby pasti melakukan perlawanan sehingga TKP harusnya acak-acakan.

Sebelumnya Feby Kurnia dilaporkan menghilang sejak Kamis (28/4/2016). Ia ditemukan di toilet kampusnya, Fakultas MIPA UGM pada Senin (2/5/2016) petang dalam kondisi membusuk. (eggi/nur)

Baca Juga:
> Dengan Derai Air Mata, Ayah Feby Cium Peti Jenazah Anaknya
> Jenazah Feby Tiba di TPU Taman Langgeng, Walikota Batam Turut Berduka
> Jenazah Feby Langsung Disalatkan dan Bersiap Dimakamkan
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Rumah Duka Disambut Derai Air Mata
> Jenazah Feby Kurnia Tiba di Batam, Dimakamkan di TPU Seipanas
> Direskrimum Polda DIY Benarkan Pembunuh Mahasiswi UGM Feby Kurnia Sudah Ditangkap
> Feby Kurnia Dicekik hingga Tewas, Bukan Dijerat Tali
> Pembunuh Mahasiswi UGM Asal Batam Feby Kurnia Ditangkap
> Selidiki Zat Beracun, Tim Forensik Uji Lab Sampel Tubuh Feby Kurnia
> Hasil Autopsi Feby Kurnia: Luka Seperti Jeratan Tali Ternyata Lipatan Leher
> Komunikasi Terakhir (Feby) dengan Ibunya
> Feby Kurnia Dalam Kenangan Batam Pos
> CCTV UGM Mati, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Feby Kurnia
> Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Respon Anda?

komentar