Kepala Desa Terpilih Harus Membangun Desanya Lebih Maju dan Mandiri

580
Pesona Indonesia
Bupati Karimun, Aunur Rafiq bersama Sekda, TS Arif Fadillah meninjau pelaksanaan pencoblosan Pilkades di salah satu desa di Kundur Utara. foto:istimewa
Bupati Karimun, Aunur Rafiq bersama Sekda, TS Arif Fadillah meninjau pelaksanaan pencoblosan Pilkades di salah satu desa di Kundur Utara. foto:istimewa

batampos.co.id – Hari pencoblosan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Selasa (3/5), untuk pertama kalinya di 29 desa di Kabupaten Karimun berjalan dengan aman. Layaknya, Pilgub atau Pilbup serentak, Pilkades juga mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

”Selain sudah dibahas untuk setiap Polsek yang melakukan pengamanan Pilkades, kita juga meninjau langsung proses pencoblosan. Semuanya berjalan aman dan lancar. Personil polisi yang bertugas melakukan pengamanan di TPS sudah mulai siaga atau berjaga sejak malam sampai dengan selesainya perhitungan suara selesai,” ujar Kabag Ops Polres Karimun, Kompol M Chaidir.

Untuk jumlah total personil, kata Chaidir, yang ditugaskan untuk pengamanan TPS pada Pilkades serentak sebanyak 120 orang. Personil yang mengamankan cukup diambil dari masing-masing Polsek. Karena, jumlah TPS di 29 desa yang melaksanakan Pilkades tidak banyak. Sehingga, cukup diturunkan personil dari Polsek terdekat. Meski demikian, koordinator pengamanan tetap memberikan laporan secara terus menerus tentang situasi di desa yang melaksanakan Pilkades.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq secara terpisah menyatakan hal yang sama. ”Pilkades serentak untuk pertama kalinya di daerah kita diikuti 10 kecamatan dari 12 kecamatan. Pelaksanaannya lancar dan aman. Mulai waktu pendaftaran bakal calon sampai dengan hari pencoblosan. Saya bersama rombongan forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) juga telah meninjau langsung Pilakdes pada saat waktu pencoblosan. Baik yang ada di Pulau Karimun mau pun yang ada di pulau lain,” jelasnya.

Bupati mengharapkan, setelah Pilkades ini berakhir, maka berakhir pula persaingan. Untuk itu, kepada yang menang jangan terlalu berbesar hati, tetapi juga merangkul calon yang belum beruntung. Begitu juga sebaliknya, yang tidak terpilih harus bersatu untuk membangun desa. Karena, saat ini desa sudah mandiri sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Desa mendapatkan alokasi dana dari pemerintah pusat dan juga pemerintah kabupaten. Kepada yang menang dan terpilih, harus mampu membangun desanya lebih maju dan mandiri. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar