Psikolog: Semua Pihak Wajib Awasi Anak

405
Pesona Indonesia

 

Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Psikolog anak Efendi Asmawi kaget mendengar adanya siswa SD sudah berani berbuat kriminal. Menurutnya hal ini merupakan efek negatif dari, menjamurnya warnet, kurang interaksi di keluarga dan masyarakat yang individual.

“Ini adalah kemerosotan mentalitas pelajar,” katanya saat dihubungi koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin.

Ia mengatakan bahwa untuk mencegah ini, ada poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua, guru, masyarakat dan pemerintah. Poin pertama tersebut, orang tua harus menjalin interaksi yang intensif dengan anaknya.

“Kalau yang sekarang terjadi, anak main HP orangtua juga begitu. Walau saling hadap-hadapan, orangtua dan anak saling sibuk sendiri,” ucapnya.

Jadi kata Efendi hal-hal seperti ini perlu dihindari. Dengan membangun interaksi, orangtua dapat menghindarkan anaknya dari hal-hal negatif. Peran guru adalah memberikan pemahaman mengenai pendidikan moral.

“Contoh ke warnet boleh, asalkan itu untuk menambah pengetahuan. Bukan main game,” ujarnya.

Menurut Efendi Pemerintah juga harus berperan aktif. Dengan meminta pengelola warnet, agar tidak membolehkan anak-anak dibawah umur bermain dalam jam sekolah. Dan juga bermain hingga larut malam.

“Masyarakat harusnya jangan apatis, kalau melihat hal-hal negatif pada anak-anak. Langsung saja ditegur. Jangan apatis, meskipun itu bukan anak sendiri atau kerabat,” ungkapnya.

Dengan menerapkan poin-poin ini saja kata Efendi dapat menyelamatkan generasi penerus bangsa. “Sehingga tak terjadi lost generation,” pungkasnya. (ska)

Baca juga:

KPPAD Kepri: Anak Terlibat Kriminalitas Karena Faktor Hiburan dan Kepuasan

Kapolresta: Anak Terlibat Kriminalitas, Orangtua Perlu Tingkatkan Pengawasan

Tujuh Siswa SD Tertangkap Basah Bobol Toyota Fortuner

Respon Anda?

komentar