Resmi, KPK Larang Caketum PG Setor Rp 1 M

563
Partai Golongan Karya. Foto: istimewa
Partai Golongan Karya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Rencana panitia musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar (PG) agar para calon ketua umum menyetorkan dana Rp 1 miliar ternyata mendapat singal negatif dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu telah memutuskan larangan bagi para  calon ketua umum PG menyetorkan dana Rp 1 miliar ke panitia munaslub.

Larangan itu didasarkan pada kekhawatiran bahwa setoran itu akan termasuk dalam kategori gratifikasi sebagaimana diatur Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebab, pasti ada unsur penyelenggara negara dalam munaslub partai berlambang beringin itu.

Wakil Ketua Komite Etik Munaslub PG, Lauren Siburian mengatakan, dalam pertarungan memperebutkan kursi ketua umum partainya memang ada calon yang berlatar penyelenggara negara. Selain itu, pemilik suara pun dari DPD I (pengurus tingkat provinsi) dan DPD II (pengurus tingkat kabupaten/kota) yang sebagian besar juga menjadi penyelenggara negara.

“Jadi tadi setelah kami berkonsultasi dengan KPK diputuskan tidak boleh karena ada calon yang penyelenggara negara seperti anggota DPR, MPR. Sedangkan pemilih ada juga yang pejabat pemerintah seperti bupati, wali kota, gubernur maupun anggota DPR,” katanya usai berkonsultasi dengan pimpinan KPK, Rabu (4/5).

Menurut Lauren, karena adanya larangan KPK itu maka calon ketua umum yang bukan penyelenggara pun tetap dilarang menyetorkan sumbangan Rp 1 miliar. Hal itu juga demi keadilan.

Sedangkan bagi caketum yang sudah menyetor, uangnya akan dikembalikan. “Kalau pun sudah diserahkan akan dikembalikan agar PG dalam penyelenggaraan munaslub sesuai aturan,” kata Lauren.

Dari hasil konsultasi dengan KPK itu, Komite Etik Munaslub PG akan melaporkannya ke Aburizal Bakrie selaku ketua umum di partai yang selalu berjaya di era Orde Baru itu. Selain itu, hasil konsultasi dengan KPK juga akan dilaporkan ke panitia munaslub PG.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar