Sumur Warga Tercemar Minyak, Polres Turunkan Tim Labfor

350
Pesona Indonesia
Sumur warga Tanjungpinang yang diduga tercemar minyak. foto:osias de/batampos
Sumur warga Tanjungpinang yang diduga tercemar minyak. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – PT Bumi Citra Lestari selaku pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kilometer 10, Tanjungpinang dilaporkan oleh warga yang tinggal di sekitaran SPBU kepada pihak Kepolisian. Ini lantaran sumur mereka tercemar bensin dan solar.

Pencemaran yang terjadi tersebut sudah berlangsung dua tahun. Warga sempat menyampaikan kepada pihak manajemen secara baik-baik terkait hal tersebut.

Salah seorang warga, Darman, mengatakan, keluhan yang disampaikan tidak pernah ditanggapi pengelola SPBU dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. ”Akibat pencemaran kami yang menggunakan air tersebut terkena gatal-gatal. Kami pernah melaporkan hal tersebut ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang,’’ujar Darman.

Dikatakan Darman, pihak BLH Kota Tanjungpinang awalnya merespon pengaduan yang disampaikan warga. Namun, tidak ada penyelesaian dan prosesnya juga tidak jelas.
”Coba tanyakan dengan pemilik bengkel, cucian mobil, dan Apotik Corina Farma. Mereka juga merasakan hal yang sama,” kata Darman.

Manajer Operasional SPBU tersebut yang bernama Aan, yang dikonfirmasi terkait dengan dugaan pencemaran sejumlah sumur warga dari rembesan bunker SPBU yang dikelolanya, menyatakan tidak berwenang dalam memberikan keterangan terkait hal itu. Ia menyarankan agar melakukan konfirmasi pada Direktur PT Bumi Citra Lestari.

Menanggapi hal tersebut, Polres Tanjungpinang menurunkan tim Laboratorium Forensik Mabes Polri dari Medan untuk memeriksa air dari sumur warga yang tercemar minyak, yang disebut berasal dari SPBU milik PT Bumi Citra Lestari Km 11 Tanjunguban di Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan, mengatakan uji laboratorium kandungan minyak di dalam air sumur warga dilakukan untuk memastikan kadar pencemaran minyak yang merembes dari bunker SPBU, yang diduga bocor.

”Kami lakukan penyelidikan atas laporan warga. Memastikan pencemaran tim labfor sudah turun dan melakukan penelitian kadar minyak yang mencemari sumur,” kata Andri. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar