Banyak Pelajar Bolos Sekolah Demi Main Game Online

635
Pesona Indonesia
Kepala Badan Komunikasi dan Informatika Pemko Batam, Salim. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Kepala Badan Komunikasi dan Informatika Pemko Batam, Salim. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam harus bersikap tegas dalam menyikapi fenomena pelajar yang mangkir dari sekolah hanya untuk bermain di warung internet. Jika tidak dilakukan, maka pembinaan lewat pendidikan sejak usia dini akan terhambat.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) anak-anak berpakaian pelajar, umumnya pelajar SMP dan SMA sudah hadir untuk bermain di salah satu warnet di bilangan Batamcentre. Mereka datang dalam kelompok, sekitar tiga hingga empat orang. Padahal sudah jelas di warnet tersebut ada larangan anak-anak berpakaian sekolah untuk bermain.

Namun, kelihatannya para pelajar tersebut tidak peduli, begitu juga dengan pemilik warnet yang membiarkannya.

“Di sekolah bosan om. Main game itu lebih mengasyikkan,” ungkap Dedi, salah seorang pelajar yang tengah asyik bermain game Point Blank ketika ditanya Batam Pos.

Ia mengaku tidak khawatir dengan kemarahan guru atau orangtuanya karena ia bolos tidak setiap hari.”Kan cuma sekali-kali bolosnya om,” katanya polos.

Selain bolos, banyak juga pelajar yang bermain game online di warnet berjam-jam hingga lewat pukul 21.00 WIB. Mereka banyak berbohong kepada orang tuanya dengan alasan belajar, padahal kenyataannya berbeda.

Sebenarnya sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2010 tentang jam malam para pelajar, namun pengawasannya tidak berjalan.

Kepala Badan Komunikasi dan Informatika Pemko Batam, Salim mengatakan pemerintah punya tim pengawas yang terdiri dari Kominfo, BPM PTSP, Satpol PP, Dinas Pendidikan Kota Batam, bagian hukum dan aparatur kecamatan yang bertugas memonitoring warnet di Batam.

Ia juga prihatin dengan fenomena maraknya pelajar yang bolos ke warnet.”Hal ini sulit dipantau karena tim pengawas kita terbatas, makanya perlu peranan orang tua untuk mengawasi anaknya,” jelasnya. (leo)

Respon Anda?

komentar