Bintan Pilihan Tepat Menghabiskan Libur Panjang Akhir Pekan

751
Pesona Indonesia
Suasana Pantai Trikora di akhir pekan yang jadi favorit wisatawan tiap akhir pekan. Tak terkecuali akhir pekan panjang kali ini, Pantai Trikora di Bintan jadi tujuan andalan. F. Fatih Muftih / Batam Pos.
Suasana Pantai Trikora di akhir pekan yang jadi favorit wisatawan tiap akhir pekan. Tak terkecuali akhir pekan panjang kali ini, Pantai Trikora di Bintan jadi tujuan andalan. F. Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Rabu (4/5) petang kemarin, arus penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang menggeliat padat. Memang, sebagain besar orang-orang berjalan ke arah ponton, yang artinya menuju kapal feri yang membawanya ke Kota Batam. Tapi, jangan salah. Kendati tidak sebanyak itu, jumlah orang-orang yang berjalan keluar pelabuhan juga tidak bisa dibilang sedikit.

Padahal pada tengah pekan biasanya, tidak pernah seramai ini. Tak lain dan tak bukan yang membuat jumlah penumpang kapal feri meningkat pesat adalah hari libur nasional selama Kamis (5/5) sebagai peringatan Kenaikan Isa Almasih dan Jumat (6/5) sebagai hari besar merayakan Isra Mikraj. Liburan ini kian diperpanjang dengan Sabtu dan Minggu sebagai akhir pekan.

Berbondong-bondong orang merencanakan liburan. Bosan di dalam kota, mengapa tidak untuk melancong ke seberang. Andini dan Ria, sepasang karyawan perusahaan swasta di Kota Batam, mengaku sudah bosan menghabiskan akhir pekan dalam kota. Kali ini, untuk kali pertama, bagi sejoli sahabat ini mengadakan liburan di Pulau Bintan.

”Batam pada akhirnya hanya begitu-begitu saja,” kata Andini, dijumpai di sebuah rumah makan di Tanjungpinang.

Karena biasanya akhir pekan begini, sambungnya, kondisi lalu-lintas di Batam padat. Belum lagi mal-mal juga dipadati banyak orang. ”Susah cari suasana yang tenang di Batam,” tambahnya.
Ria juga menyepakati hal itu. Belum lagi, sergahnya, akhir pekan panjang ini bertepatan dengan awal bulan. ”Baru terima gaji pula ya kan. Tunggu apa lagi, ini waktu terbaik buat jalan-jalan,” katanya lantas tertawa.

Karena ini kali pertama menginjak Bumi Segantang Lada, Andini dan Ria mengaku hanya mengandalkan informasi dari situsweb-situsweb di dunia maya. Tinjauan-tinjauan pelancong yang sudah menulis pengalamannya dalam situs pribadinya jari referensi bagi dua dara lajang ini. ”Situs destinasi wisata yang dikelola pemerintah kurang update sih,” kata mereka serempak.

Selama lima hari empat malam, mereka sudah merencanakan akan berpelesiran ke banyak sejumlah destinasi wisata yang telah dicatat di gawai. Di Tanjungpinang, sudah barang tentu bakal berziarah ke Pulau Penyengat Indrasakti. Karena mereka berdua kadung mengikuti stigma bahwasanya belum ke Tanjungpinang kalau belum berfoto di depan Masjid Sultan Riau Penyengat.
Makam Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah sebagai dua pahlawan nasional? “Oh iya. Ada di sana juga ya. Pasti, kami nanti sempatkan berziarah juga,” celetuk Ria.

Setelah puas berkeliling Pulau Penyengat menggunakan becak motor, sepasang dara muda ini berencana mengunjungi Vihara Avalokiteswara Graha, sebagai vihara terbesar di Asia Tenggara. Lalu bergeser ke Vihara Tien Shang Miao atau vihara akar dan Dharma Sasana di Senggarang.

Andini meraih gawainya di atas meja. Menunjukkan foto vihara patung seribu. ”Katanya vihara ini ditutup kalau lagi gak Imlek ya?” tanyanya. Yang dimaksudkan Andini adalah Vihara Ksitigarbha Bodhisattva di Km. 14 arah Kijang. Benar informasi yang dikantongi Andini. Vihara itu hanya dibuka sempena Hari Besar Imlek saja. “Yah, padahal pengen banget foto di sana,” timpal Ria.

Kamis dan Jumat di Tanjungpinang. Sabtu hingga Minggu siang, Andini dan Ria berkeinginan menjelajahi Kabupaten Bintan. Ada seorang karib semasa kuliah yang siap mendampingi mereka. “Katanya mau diajak ke Lagoi dan Pantai Trikora,” ujar Andini.
Sama-sama bagi Andini dan Ria, plesiran ke Pulau Bintan adalah keinginan mereka sejak dua tahun menetap di Batam. Maka ketika kesempatan akhir pekan panjang tiba, mereka enggan menyia-nyiakannya. Di Lagoi, Andini dan Ria ingin diajak melihat Crystal Lagoon di Treasure Bay yang merupakan laguna terbesar di Asia. Lalu melihat kawasan wisata terpadu semacam di Lagoi Bay.

Puas bermain di kawasan wisata eklusif di Lagoi, tujuan Andini dan Ria selanjutnya adalah pantai Trikora di pesisir timur Bintan. Di pantai landai dan berpasir putih ini, Andini dan Ria ingin bersnorkeling dan melihat pemandangan bawah laut Bintan. Ada beberapa foto yang diunduh dari internet sudah tersimpan. Itu kiriman kawannya. “Kan asyik banget bisa foto bareng ikan nemo seperti ini,” ujar Andini.

Apakah berkeliling ke Pulau Bintan hanya sebatas ke tempat plesiran? “Oh tentu tidak. Wisata kuliner itu adalah target kami selanjutnya,” jawab Ria. Otak-otak Sei Nam yang legendaris di Kijang sudah dipesan melalui karibnya. Agar lengkap, sensasi Kopi Hawaii yang masih di seputaran Kijang juga keharusan. Sementara di Tanjungpinang, rencananya Kamis pagi ini mereka berdua ingin menyusuri Jalan Bintan sekaligus mengudap sarapan seporsi mi lendir. “Saya kemarin ada baca Batam Pos tentang itu,” ucap Ria.

”Nanti like foto-foto kami di Instagram ya,” kata Andini buru-buru sebelum menuju tempat penginapan.
Keriuhan tiap akhir pekan di Tanjungpinang selama ini lebih banyak didominasi wisatawan Singapura atau Malaysia. Sedangkan orang Tanjungpinang sendiri kala Sabtu-Minggu malah lebih gemar melancong ke Batam.

Menurut pengusaha di bidang travel, Sapril Sembiring, Tanjungpinang dan Bintan memang layak jadi pilihan utama untuk menghabiskan akhir pekan panjang. Apalagi, kata Sapril, bagi orang-orang yang sudah jenuh dengan hiruk-pikuk perkotaan. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar