Derby Madrid di Final Liga Champions, Simeone Bakal Ukir Sejarah

715
Pesona Indonesia
Garet Bale merayakan golnya ke gawang City, namun UEFA menganggap gol itu bunuh diri Fernando. Foto: @ChampionsLeague/twitter
Garet Bale merayakan golnya ke gawang City, namun UEFA menganggap gol itu bunuh diri Fernando. Foto: @ChampionsLeague/twitter

batampos.co.id – Final Liga Champions musim ini dipastikan kembali menyajikan Derby Madrid, setelah Real Madrid menang tipis 1-0 atas Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (5/5) dini hari WIB.

Gol Madrid sebenarnya dicetak oleh Gareth Bale lewat tendangan kerasnya, namun UEFA menilai, gol itu adalah gol bunuh diri City karena tendangan keras Bale itu sempat mengenai kaki Fernando yang mencoba memblok tendangan Bale.

Terlepas dari persoalan gol siapa, yang pasti Madrid berhasil menjejakkan kaki di di final Liga Champions. Ia akan berhadapan dengan klub sekotanya, Atletico Madrid di final pada 29 Mei mendatang di stadion Giuseppe Meazza.

Bagi Madrid, itu adalah final ke-14 selama bermain di kasta tertinggi sepakbola Eropa. Dari 14 kali final, 10 di antaranya berakhir dengan juara.

Namun, apakah Madrid mampu mengalahkan klub sekotanya Atletico Madrid? Dari catatan pertemuan keduanya, laga derby di final Liga Champhions pernah tersaji pada 2014 silam. Kala itu, Madrid keluar sebagai pemenang.

Gracenote Live melansir statistik kalau El Real mampu meraih 136 kemenangan dari 263 laga terakhir dengan Atletico.

Bukan hanya itu, Madrid juga memetik empat kemenangan dalam enam duel terakhir melawan Los Rojiblancos, julukan Atletico, di kompetisi Eropa.

Catatan Lima Pertemuan Terakhir Real vs Atletico:

Real Madrid 0-1 Atlético
Atlético 1-1 Real Madrid
Real Madrid 1-0 Atlético
Atlético 0-0 Real Madrid
Atlético 4-0 Real Madrid

Foto: @ChampionsLeague
Foto: @ChampionsLeague

Namun itu musim 2013-2014. Final kali ini diprediksi bakal berbeda. Atletico Madrid tidak mudah dikalahkan. Buktinya, di perempat final, ia menumbangkan raksasa Spanyol Barcelona. Kemudian di semifinal, juga menumbangkan raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Sebuah catatan yang luar biasa dan bukan sebuah kebetulan, seperti yang dikatakan oleh pelatih Atletico, Diego Simeone.

Selain itu, gawang Atletico juga sangat jarang kebobolan di musim ini. Itu menunjukkan ketangguhan barisan pertahanan dan penjaga gawang Atletico.

Simeone diprediksi akan mencetak sejarah dengan menjadi juara Liga Champions musim 205-2016. Semoga. (nur/jpgrup)

Respon Anda?

komentar