Polisi Bodong, Pencuri Handphone Dipenjara 8 Bulan Saja

756
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Subandoro alias Suban, terdakwa kasus pencurian handpone milik korban Iis Apriyani dengan cara mengaku sebagai anggota polisi, divonis penjara selama delapan bulan oleh majelis hakim, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (4/5).

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin oleh Dame Parualian Pandiangan menyatakan terdakwa terbukti dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang dan dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

”Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan dan menyatakan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar Dame.

Putusan yang dijatuhi majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU, Gustian Juanda Putra, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan tuntutan pidana penjara selama satu tahun.

Atas putusan itu, terdakwa Subandoro tanpa didampingi oleh kuasa hukum menyatakan menerima putusan vonis yang dijatuhkan tersebut. Begitu juga dengan pihak JPU sama-sama menyatakan menerima.

Sekedar mengingatkan, kasus ini bermula saat korban Iis Apriyani hendak menjual handpone miliknya melalui media sosial facebook jual-beli barang untuk wilayah Kota Tanjungpinang. Saat handphone miliknya diupload di media sosial itu dengan mencantumkan nomor kontak dirinya. Terdakwa lalu menghubungi korban dan membuat janji untuk bertemu merencanakan transaksi jual beli.

Namun saat ketemu, pelaku kemudian mengaku kalau dirinya seorang polisi yang bertugas di Polsek Timur Tanjungpinang, dengan menggunakan nama Yudi untuk mengelabui korban agar lebih percaya. Pelaku kemudian meminta handphone milik korban untuk dicek terlebih dahulu.

Saat korban memberikan handphone miliknya pelaku langsung kabur dan menyampaikan agar datang ke polsek untuk mengambil uangnya. Korban kemudian menuju polsek ternyata, pria yang mengaku polisi dan membawa hp itu tidak ada di sana dan bukan seorang polisi. Atas perbuatan terdakwa, korban pun mengalami kerugian sebesar Rp 2,8 juta.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar