Jelang Puasa Inflasi Kepri Bakal Naik, BI Minta Pemda Kontrol Harga

550
Pesona Indonesia
Gusti Raizal Eka Putra, Kepala BI Kepri. Foto: batampos.com
Gusti Raizal Eka Putra, Kepala BI Kepri. Foto: batampos.com

batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia Wilayah Kepri Gusti Raezal Eka Putra memperkirakan kenaikan inflasi jelang bulan puasa.

Mengantisipasinya, Gusti berharap pemerintah daerah atau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merealisasikan beberapa rekomendasi dari TPID Kepri. Beberapa di antaranya adalah pengendalian harga dan menggelar pasar murah oleh Pemko Batam.

“TPID Batam akan melakukan sidak, kontrol atau monitoring kondisi harga di lapangan baik di pasar,gudang, bahkan di distributor. Apalagi menjelang Ramadhan permintaan barang akan sangat tinggi,” ujarnya, Kamis (5/5/2016).

Ketua II Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri itu juga mengharapkan Pemko Batam melalui Dinas KP2K (Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan) akan mendorong pemanfaatan lahan kosong/belum terpakai di pulau-pulau di sekitar Batam. Di mana ini bisa menekan kekurangan pasokan di pasaran.

Kata Gusti, tekanan inflasi Mei diperkirakan meningkat dibanding AprilĀ  selain karena menjelang puasa, juga karena masih tingginya curah hujan tinggi akibat La Nina. Ini akan berpotensi mempengaruhi pasokan bahan pangan. Kemudian tekanan kelompok inti yang meningkat dipengaruhi nilai tukar (kebijakan Fed Fund Rate).

Gusti mengatakan untuk TPID Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan BULOG sudah berencana mengkomukasikan rencana operasi pasar kepada masyarakat luas melalui dialog interaktif di radio. Di mana pasar murah ini rencananya akan bekerjasama dengan berbagai pengusaha.

“Untuk pengendalian dalam jangka menengah dan panjang, sudah direncanakan juga peningkatan program penanaman bahan pangan memanfaatkan lahan kosong atau belum terpakai. Ini bisa bekerjasama dengan perusahaan atau lembaga swasta,” katanya.

Ia mengatakan April 2016, di Kepri terjadi deflasi sebesar 0,93% (mtm) atau 4,10% (yoy), lebih dalam dibanding nasional yang juga mencatatkan deflasi0,45% (mtm) atau 3,60% (yoy). Deflasi April tersebut terjadi pada seluruh kelompok komoditas.

Sementara itu, Kabaghumas Pemko Batam, Ardiwinata mengakui tren kenaikan harga barang menjelang bulan puasa ini terjadi tiap tahun. Ia mengatakan sebelum idul fitri, Pemko memang kerap mengambil beberapa langkah.

“Kalau untuk pengawasan itu tetap dilakukan. Kalau pasar murah masih akan dikordinasikan.Tetapi setiap tahun ini ada. Tahun ini juga ada juga,” katanya.

Ardi mengatakan pasar murah ini akan bekerjasama dengan pengusaha. Di mana barang akan dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga di pasaran. Diutamakan yang dijual dalam pasar murah ini adalah bahan Sembako. (ian/bp)

Respon Anda?

komentar