MILF Bantu Cari Sandera yang Ditawan Abu Sayyaf

1033
Pesona Indonesia
Pasukan MILF yang memiliki kekuatan lebih 11 ribu pada 2012 silam, kini bertambah kuat menjadi lebih dari 120 ribu orang. Kini mereka menjadi mitra pemerintah Filipina menumpas Abu Sayyaf. Foto: AFP
Pasukan MILF yang memiliki kekuatan lebih 11 ribu pada 2012 silam, kini bertambah kuat menjadi lebih dari 120 ribu orang. Kini mereka menjadi mitra pemerintah Filipina menumpas Abu Sayyaf. Foto: AFP

batampos.co.id – Pemerintah Filipina kini bisa bernafas lega. Upaya untuk membebaskan para sandera yang masih ditawan kelompok militan Abu Sayyaf mendapat bantuan dari Moro Islamic Liberation Front (MILF).

”Saya telah memerintahkan orang-orang kami di Sulu untuk memetakan lokasi para penyandera,” kata Kepala Militer MILF Sammy Al Mansour.

Sammy mengakui bahwa target utamanya adalah memetakan kelompok yang mengunggah video ancaman pembunuhan terhadap dua sandera Eropa dan satu orang Filipina.

Namun, dia juga mengatakan bahwa pihaknya mencari tahu lokasi kelompok yang menyandera empat warga negara Indonesia (WNI).

”Kami akan mencari tahu sebanyak-banyaknya. Kami juga berharap bisa menemukan kelompok lain (penyandera, Red),” paparnya.

MILF dan Abu Sayyaf kini memang tak akur lagi. Sebelumnya, dua kelompok itu bersinergi untuk melawan tentara pemerintah Filipina. Hanya, sejak awal mereka mempunyai perbedaan ideologi.

Abu Sayyaf selalu punya visi jihad global dan berafiliasi dengan Al Qaeda. Sementara itu, MILF lebih bersifat perjuangan kedaerahan.

Bibit keretakan muncul ketika pemimpin MILF Ustad Hashim Salamat meninggal dunia pada 2003. Lalu, keretakan mencapai puncaknya setelah penandatanganan perjanjian damai antara MILF dan pemerintah Filipina pada 2012.

Di Mindanao, ada empat kelompok bersenjata paling besar. Yakni, MILF, MNLF, Abu Sayyaf, dan NPA (New People’s Army, kelompok komunis).

Namun, yang paling besar adalah MILF. Kekuatan angkatan bersenjatanya mencapai 120 ribu personel. Basisnya berada di Mindanao bagian timur. Mulai Cotabato, Marawi, hingga Davao.

Dengan perjanjian perdamaian itu, tentu saja MILF kini menjadi salah satu mitra pemerintah Filipina di Mindanao. Juga, persinggungan antara MILF dan Abu Sayyaf tak terelakkan.

Padahal, sebelumnya mereka mempunyai kamp bersama dan menjadi safe haven bagi pelatihan kelompok militan Islam dari seluruh dunia, utamanya dari Indonesia. Di sanalah para pentolan JI sempat bersembunyi, berlatih, dan menghimpun kekuatan.

Sammy menyatakan bahwa pihak Abu Sayyaf sudah melakukan sesuatu yang dilarang Islam.

”Perbuatan mereka (menculik dan membunuh, Red) adalah perbuatan yang anti-Islam. Kami sangat mengutuknya,” ucapnya.

Menurut dia, pelacakan terakhir menunjukkan bahwa para sandera Eropa dan penculiknya masih berada di kawasan Sulu.

Dia mengatakan, pihaknya siap berbagi informasi dengan militer soal upaya pelacakan tersebut. ”Di lapangan, sudah ada koordinasi yang baik antara kami dan pihak militer,” terang dia. (ano/c11/sof/jpnn)  

Respon Anda?

komentar