Polisi Sleman Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Feby Kurnia, Mahasiswa UGM, Alumni SMK 1 Batam

947
Pesona Indonesia
foto: radar jogja
foto: radar jogja

batampos.co.id – Sehari setelah dirilis, kepolisian langsung melakukan rekonstruksi pembunuhan Feby Kurnia Nuraisyah Siregar,19.

Rekonstruksi dilakukan tertutup di lantai 5 gedung S2 & S3 FMIPA UGM, Kamis (5/5).

Tersangka pembunuh Feby, Eko Agus Nugroho, 26, sampai di lokasi dengan kawalan polisi pada 08.25.

Tersangka datang dengan kondisi tangan terborgol dan langsung masuk ke dalam gedung. Tidak hanya tersangka, sepeda motor korban jenis matic Mio J berplat BP 4864 JH juga ikut dibawa ke lokasi. Hanya saja saat rekonstruksi di dalam gedung, awak media tidak diperkenankan mengambil gambar.

Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar. Puluhan polisi dan petugas keamanan kampus ikut berjaga di luar gedung. Sekitar pukul 10.25, tersangka dengan tangan terborgol keluar dari gedung. Dia menjalani rekonstruksi di pos satpam untuk mengambil ijazahnya yang dititipkan untuk melamar pekerjaan di UGM.

Ia kemudian menuju parkiran sepeda motor. Menurut penyidik, pada saat kejadian pada pukul 09.30 sepeda motor korban dibawa ke stasiun Giwangan.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar yang memimpin jalannya rekonstruksi mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mendukung pembuktian dan kelengkapan berkas perkara. Selain juga untuk kesesuaian keterangan pelaku, saksi dan barang bukti yang ditemukan.

“Dihadiri penasihat hukum dan jaksa penuntut, sehingga bisa melihat fakta yang terjadi untuk nantinya meyakinkan hakim di persidangan,” katanya kepada wartawan seusai rekonstruksi.

AKP Sepuh membeberkan, dari reksonstruksi itu terdapat beberapa temuan baru yang nantinya akan dimasukkan dalam BAP tambahan. Tersangka melakukan 56 adegan, termasuk saat dia menghabisi nyawa korbannya.

“Adegannya (mencekik korban,red) di pertengahan rekonstruksi,” imbuhnya.

Rekonstruksi tersebut, katanya, untuk sementara baru dilakukan di TKP. Tersangka memperagakan adegan mulai dari datang ke TKP, melakukan pembunuhan sampai dengan pergi dari TKP.

“Sementara masih sesuai keterangan sebelumnya, sehingga prosesnya lancar,” jelasnya. (JPG/RIZ)

 

Respon Anda?

komentar