Seluruh Tambang Pasir di Batam Akan Ditertibkan

627
Pesona Indonesia
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan seluruh tambang pasir yang tersebar di wilayah Kota Batam tak berizin dan terlarang. ”Tidak ada (dibolehkan) tambang pasir di Batam, semuanya ilegal,” kata Ketua Tim Penertiban Tambang Pasir yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Agussahiman kemarin.

Karena itu, kata dia, tim tersebut tengah bekerja untuk mengumpulkan data dan menginventarisir jumlah tambang ilegal itu di Batam. Jika sudah mendapatkan data yang dibutuhkan, akan segera menggelar rapat untuk keputusan selanjutnya, termasuk untuk menertibkan tambang pasir tersebut. ”Kita upayakan secepatnya,” kata dia.

Menurut Agussahiman, pihaknya belum mendapat data lengkap terkait jumlah dan sebaran lokasi yang dijadikan area tambang pasir di seluruh Batam. Karena itu, pihaknya juga mengaku belum dapat mengungkap berapa banyak area tambang yang akan ditertibkan. ”Kita rapat dulu, setelah itu baru diputuskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi juga menegaskan bakal menertibkan seluruh tambang pasir di Batam. Terlebih, kebijakan itu juga diklaim selaras dengan instruksi dari pemerintah pusat. ”Kita sudah ada arahan untuk menertibkan,” kata Rudi.

Terpisah, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan pihaknya pernah berupaya menghentikan tambang pasir ilegal tersebut. Di antaranya dengan menyita beberapa mesin untuk menyedot pasir, termasuk truk dan escavator. Namun sayangnya, proses penyidikan yang panjang membuat para pelaku tambang menghilang. ”Jadi setelah beberapa waktu balik lagi, ternyata yang punya tambang itu sudah berganti orang,” papar Kepala Dinas.

Dendi menyebut selama 3 tahun terakhir dalam 27 kali sidak, pihaknya menyita 104 mesin, 24 truk dan 14 escavator. Tak hanya itu, pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) juga telah menetapkan penambang maupun pemilik tambang sebagai tersangka. ”Ada sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” sebutnya.

Namun lagi-lagi, sambung Dendi, hal itu tak membuat para penambang jera. Sehingga, hingga kini proses penambangan ilegal itu masih berlanjut, baik secara diam-diam maupun terbuka. Meski begitu, Dendi menegaskan masih akan menunggu keputusan resmi Pemko Batam sebelum kembali mengambil tindakan tegas. ”Kita rapat dulu bersama tim, nanti diputuskan langkah pastinya,” ujar dia lagi. (rna)

Respon Anda?

komentar