18 Rumah Warga Pulau Buluh Hancur Diterjang Puting Beliung

1773
puting beliung. foto: istimewa
puting beliung. foto: istimewa

batampos.co.id – Sedikitnya 18 rumah warga di RT03/RW01 Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Batam, porak poranda diterjang angin puting beliung, Kamis siang (6/5/2016) lalu.

Rumah-rumah yang rusak umumnya rumah yang berdiri di pesisir pantai yang separuhnya berada di atas air laut.  Tidak ada korban jiwa dalam insiden bencana alam itu, namun kerugian warga atas kerusakan rumah mereka mencapai ratusan juta rupiah.

Angin taung sebutan bagi warga pulau Buluh untuk angin puting beliung itu terjadi saat pemukiman mereka sedang diguyur hujan lebat. Warga yang sedang istrahat siang karena di luar rumah hujan deras mendadak panik ketika atap rumah warga yang berada di pesisir pantai berterbangan ke arah darat.

“Mulanya hujan dan petir biasa, tapi sekitar pukul 13.30 WIB, mendadak ada angin kencang dari arah pulau Bulang, atap rumah kami bagian belakang langsung terbang ke arah Masjid,” kata Lisa warga yang rumahnya rusak diterjang puting beliung.

Keluarga Lisa sempat kewalahan menyelamatkan diri saat atap rumah mereka diterbangkan angin, sebab Ramli (53) ayah  mereka sedang sakit. “Barang-barang semua basah karena hujan, sebab atap sudah tak ada. Kami sibuk angkat bapak karena bapak sakit,” kata Lisa.

Tidak saja keluarga Lisa, keluarga Laili  juga mengalami nasib yang sama. Rumah kelong mereka yang baru dibangun juga kembali ambruk akibat angin kencang itu.

“Kalau rumah saya bukan atap, kayu-kayu dalam bangunan banyak yang patah karena angin sangat kencang dan cepat. Angin dari arah pulau Bulang,” kata Laili.

Keluarga Laili bahkan nyaris terluka karena separuh bangunan rumah ke bagian laut ikut tubuh.

“Tapi Alhamdulilah, Allah masih lindungi kami sekeluarga. Kami cepat-cepat keluar sebelum rumah ini roboh,” kata Laili disela-sela kegiatanya membersihkan bangunan rumah yang sudah roboh itu, Jumat (6/5/2016).

Menurut Ketua RT03 Zulhaimi, total ada 18 rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung tersebut.

“Semuanya di RT saya. Yang rusak paling parah ada empat rumah,” kata Zulhaimi.

Empat rumah yang rusak parah itu itu milik keluarga Ramli, Nazir, Tukoi dan Thomas Tali. Kerusakan empat rumah itu tidak hanya bagian atap tapi juga bagian dalam rumah.

“Hampir ambruk semuanyalah kalau dibilang. Semua barang mereka rusak. Mereka saat ini harus mengungsi ke rumah saudara mereka karena rumah mereka tidak bisa ditempati lagi. Sudah bolong semua atapnya,” kata Zulhaimi.

Bencana alam yang memporak porandakan belasan rumah warga itu, sambung Zulhaimi sudah disampaikan ke pihak pemerintah dan pihak kepolisian. Namun sampai siang kemarin belum ada tindak lanjut terkait laporan tersebut.

“Pemerintah dan aparat terkait baru melihat sekilas pagi tadi. Untuk tindak lanjut belum ada,” kata Zulhaimi.

Jumat siang, sejumlah warga di sana tampak sedang bergotong royong membantu para korban untuk membereskan kembali rumah-rumah yang rusak.

“Warga hanya bisa membereskan isi rumah yang roboh itu. Kalau mau perbaikan lagi belum karena semua masih sibuk dan tidak sedikit rumah warga yang rusak,” kata Zulhaimi.

Warga yang terkena musibah puting beliung sangat berharap uluran tangan pemerintah agar rumah-rumah mereka kembali diperbaiki secapatnya.

“Ini bukan unsur kesengajaan, ini bencana alam, harapan kami adalah bantuan dari pemerintah kepada mereka yang terkena musibah ini,” tutur Zulhimi.

Sementara itu, Ramhan warga lainnya, menuturkan angin puting beliung yang menerjang pemukiman warga di pulau Buluh itu sempat menghanyutkan sebuah tongkang yang sedang lego jangkar di pearian dekat pulau Buluh.

Jangkar tongkang kosong tersebut putus dan tongkang sempat hanyut hingga ke pemukiman warga pulau Buluh dan nyaris membawa petaka yang lebih besar bagi pemukiman warga setempat.

“Sudah dekat ke rumah-rumah ini, tapi untung warga yang punya boat keluar menarik kembali Tongkang itu ke tengah laut. Sempat tak dihalangi habis semua rumah-rumah ini.  Ada sekitar 30 boat kami tarik Tongkang itu,” kata Ramli.

Ramli menyebutkan, angin taung yang melanda wilayah tersebut bukan kali pertama. Lokasi pulau Buluh bisa dikatakan langganan angin puting Beliung setiap tahunnya. Namun kerusakan yang paling parah baru kali ini.

“Setiap tahun memang ada tapi inilah yang paling parah. Tak tahu tanda-tanda apa ini,” kata Ramli.

Ramli dan warga sekitar berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu warga yang terkena musibah serta memikirkan cara pencegahan atau peringatan sebelum musibah itu datang.

“Karena ini kampung Tua dan sejarah kota Batam juga,” tutur Ramli. (eja/bp)

Respon Anda?

komentar