Ada Illegal Logging, Distanhut Anambas Tidak Tahu

577
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Pemkab Anambas Catharina Erni Dwi Winarsih, mengatakan, pihaknya tidak pernah diberitahu sebelumnya terkait adanya laporan masyarakat tentang indikasi illegal logging yang terjadi di sekitar Pulau Jemaja.

Ia sangat terkejut ketika pihaknya mendapat surat teguran dari Kementerian Kehutanan RI mengenai masalah tersebut. Oleh karenanya pihaknya saat ini sudah mulai membentuk tim untuk menindaklanjuti adanya dugaan itu. ”Kami sedang membentuk tim. Tinggal menunggu tandatangan pak bupati,” kata Catharina, Jumat (6/5).

Catharina mengaku, sudah mempertanyakan hal ini termasuk berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Kepri, terkait laporan tersebut (illegal logging). Sementara pihak Dinas Kehutanan Pemprov Kepri mengaku tidak mengetahui adanya surat teguran dari Kementerian Kehutanan.

Catharina sangat menyayangkan, pihak Distanhut Provinsi Kepri telah mengecek ke tempat kejadian tanpa melibatkan pihak Dinstanhut Pemkab Anambas. ”Provinsi sudah ngecek ke lapangan, tapi tanpa koordinasi dengan kami (Distanhut Anambas, red),” sesalnya.

Catharina juga menyayangkan laporan yang dibuat masyarakat tidak ada tembusan kepadanya, tapi langsung ke Distanhut Provinsi Kepri. ”Laporan masyarakat ini tidak ada tembusannya ke kami,” tambahnya.

Meski begitu, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan yang terjadi, tapi setelah mendapatkan surat keputusan dari Bupati Anambas. ”Bukan tidak berani untuk melakukan penindakan, tapi saya harus lalui prosedur dan aturan yang berlaku. Kita masih menunggu surat keputusan itu,” ungkapnya.

”Nanti kalau sudah keluar (surat keputusan, red), maka kami akan langsung ke lapangan,” tambahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Batam Pos, aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang. Bahkan pembalak liar itu sudah mendirikan pondok-pondok kecil untuk tempat tinggal di hutan Anambas. Kayu yang sudah diolah kemudian diangkut menggunakan pompong.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar