Batam Pos Gelar Lomba Busana dari Kertas Koran

1222
Pesona Indonesia
Peserta  lomba fashion show kreasi busana dari bahan koran Batam Pos saat berlenggak-lenggok di depan penonton. Jumat (6/5). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Peserta lomba fashion show kreasi busana dari bahan koran Batam Pos saat berlenggak-lenggok di depan penonton. Jumat (6/5). Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Para peserta lomba fashion show yang tampil di acara Batam Pos Kartini Cilik 3 dan Auto Show di Kepri Mall, Jumat (6/5) berhasil mempesona para pengunjung. Pasalnya, para peserta mampu mengkreasikan kertas koran Batam Pos menjadi busana spesial.

Lomba fashion show ini dibagi dalam dua kategori, yakni kategori A dengan mengenakan pakaian adat yang diperuntukkan untuk murid Taman Kanak-Kanak (TK) sampai murid kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Lalu, kategori B dengan mengenakan pakaian berbahan kertas koran Batam Pos. Kategori ini diperuntukkan murid kelas 4 sampai 6 SD.

”Total ada 65 peserta, dimana 50 peserta berpartisipasi di kategori A dan 15 untuk kategori B,” ujar Ketua Panitia, Herianton kemarin.

Terdapat tiga penilaian untuk fashion show ini. Yaitu pakaian, sikap, dan cara berjalan di cat walk. ”Tentunya pemenang akan mendapat tropi, sertifikat, dan hadiah menarik lainnya,” kata Herianton.

Dalam pelaksanaannya kemarin, tampak anak-anak sangat ceria dan bersemangat sekali mengikuti fashion show ini. Ada yang mengenakan pakaian adat dari Jawa, Melayu, Dayak, Sumatera, Papua, Bali, dan pakaian adat nusantara lainnya. Pakaian dari kertas koran juga tak kalah menarik dan unik-unik. Para orangtua juga terlihat sangat sibuk menyiapkan dan menata pakaian anaknya.

Di atas panggung anak-anak itu tak kalah dengan model-model profesional. Mereka berlenggak-lenggok laksana model profesional dengan memamerkan pakaian masing-masing.

Salah satu orangtua peserta, Henida menyambut positif acara ini. Ia mengaku membutuhkan tiga hari untuk menyiapkan pakaian berbahan kertas koran ini. ”Terinspirasi dari burung merak,” ujar ibu dari Salsabila Mutiara, murid kelas 4 SD Sultan Agung Batam ini.

”Saya bisa menuangkan ide ini untuk pakaian anak saya hanya berbekal kertas koran,” ungkap mantan desainer ini lagi.

Sementara itu, orangtua lainnya, Siti Rodiyah mengaku jauh-jauh datang dari Tanjungpinang untuk mengikuti lomba ini. ”Kalau di Batam lebih ramai, bagus untuk melatih anak agar percaya diri,” tutur ibu dari Kirana Putri ini. Kirana, 7, sendiri mengenakan pakaian adat Papua. ”Unik, jarang ada yang pakai,” ungkap Siti. (cr16)

Respon Anda?

komentar