Kejati Fokus Cari Bukti Keterlibatan Pihak Lain Kasus Dugaan Korupsi Mess Pemda dan Asrama Mahasiswa Anambas

859
Pesona Indonesia
Kajati Kepri, Andar Perdana Widiastono (baju putih). foto:rpg
Kajati Kepri, Andar Perdana Widiastono (baju putih). foto:rpg

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri saat ini tengah fokus mencari bukti-bukti keterlibatan pihak yang diduga turut terlibat dan mempunyai peran penting dalam dugaan korupsi pengadaan Mes Pemda dan Asrama Mahasiswa Anambas di Tanjungpinang.

Kepala Kejati Kepri Andar Perdana Widiastono, memastikan penetapan tersangka tidak hanya berhenti pada Sekda Anambas, Radja Tjelak Nurjalal, namun bisa menyeret dua, hingga tiga orang pejabat lainnya.

”Sesuai dengan susunan kepanitian berdasarkan SK Bupati nomor 164-B tahun 2010, ada lima orang nama pejabat. Radja Tjelak sebagai ketua panitia, Andi Agrial sebagai kuasa pengguna anggaran, Zulfahmi sebagai sekretaris dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sedangkan Basri dan Marbawi sebagai anggota,” ungkap Andar, belum lama ini.

Dikatakan Andar, sementara untuk pihak lain di luar kepanitian berdasarkan SK Bupati, terdapat satu oknum mantan anggota DPRD Anambas. Oknum tersebut berperan besar dalam menentukan pembelian mes dan asrama tersebut.

”Dalam kasus tindak pidana korupsi ini, aktor utamanya tidak jauh dari pejabat paling tinggi yang ditunjuk sebagai ketua. Rata-rata yang masuk dalam kepanitian pejabat tinggi di Anambas. Kasus ini sangat menarik. Siapa yang terlibat kami tetapkan sebagai tersangka,” janjinya.

Seperti diketahui, Raja Tjelak Nurjalal merupakan kunci untuk menjerat orang yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Mes dan Asrama Mahasiswa Anambas di Tanjungpinang, dengan menggunakan APBD 2010 senilai Rp 5 miliar.

Radja Tjelak Nurjalal ditetapkan tersangka didasari atas adanya dua alat bukti unsur melawan hukum yang dimiliki Kejati Kepri setelah sebelumnya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap Mes Pemda dan Asrama Mahasiswa tersebut dengan memeriksa 17 orang saksi. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar